Bank Syariah Tidak Jauh Berbeda dengan Bank Konvensional

0

Palembang, jurnalsumatra.com – Acara bulanan yang diadakan Bank Indonesia Palembang untuk para wartawan ekonomi, yang tergabung dengan Wartawan Ekonomi Bisnis Sumsel (WEBS) menghadirkan pembicara Saeken Noer selaku Pemimpin Divisi Usaha Syariah Bank Sumsel Babel dengan membawakan materi Pengenalan Perbankan Syariah.

Kepada jurnalsumatra.com Saekan Noer mengatakan “Bank syariah ini tidak jauh berberda dengan bank konvensional yang kita ketahui selama ini, yang dalam pengunaannya penerapan sehari-hari oprasional nya itu menggunakan prinsip syariah prisip islam berlandaskan ar qur’an dan hadi. Bank Syariah bisa ada tabungan, deposito ada giro dan ada pembiayaan yang penggunaan dana nya untuk masyarakat yang membutuhkan” jelasnya.

Dikatakannya, keunggulan dari bank syariah ini, yang pertama pasti berkah, kenapa berkah karena pemanfaatan dana dan penggunaan dananya yang halal, tidak bisa digunakan untuk yang hal-hal yang bebas, karena kita tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi mencari keberkahan.

Menurutnya, untuk pertumbuhan dari Bank Syariah diwilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, secara umum cukup bagus, pertumbuhan asset cukup bagus lebih kurang 20-30 persen dan dana pihak ketiga sudah cukup bagus. Hanya saja masalah pembiayaan kita akui agak teruruh karena factor ekonomi saat ini, sedang turun yang kita harapkan pada tahun 2016 insallah akan naik.

Sedangkan jumlah Bank Syariah sendiri, ada 14 Bank Syariah yang diantara 14 itu ada BPR satu di Sumatera Selatan dan satu di Bangka Belitung.

Seluruh masyarakat Sumsel dan Babel ini, kita menggunakan Bank Syariah tentunya kita akan menggunakan dana-dana yang lebih berkah dan tenang dengan bagi hasil yang pasti masalah umat yang agak jelas, membuat ketenangan bathin.

Terkait tanggapan orang kalau Bank Syariah ini untuk agama tertentu, Saekan Noer dengan tegas mengatakan, sebenarnya Bank Syariah ini tidak untuk agama tertentu, karena semua lapisan dan semua kalangan itu bisa menjadi nasabah, karena Bank Syariah ini alami, maksudnya semua masyarakat bisa menggunakan. Karena mengapa, kita disini jelas dan transparan, karena kenapa kita sebut transparan karena kita tidak bisa membuat akad pembiayaan, merubah akad itu sepihak dan harus persetujuan dengan nasabah, dan harus ada kesepakatan bank dengan nasabah, kalau nasabah dengan bank setuju baru kita deal, kalau tidak setuju tidak bisa dijalankan, jadi tidak ada pemaksaan.

Dengan ditunjuknya Bank Syariah sebagai dana pengolah haji, kita pasti akan mengadakan socialisasi, seperti saat ini dan berharap bisa sampai kemasyarakat, apa sich Bank Syariah itu dan mafaat Bank Syariah dibanding dengan bank-bank konvensional.

“Kita harap untuk tahun ini bisa mencapai pertumbuhan lebih baik 20-30 persen dengan semua sector” pungkasnya. (edchan)