Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


DKP Lebak Kembangkan Ikan Mas Majalaya

0

Lebak, jurnalsumatra.com – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lebak, Banten mengembangkan ikan mas varietas majalaya melalui pemanfaatan air sungai dengan menggunakan keramba.
“Kita mengembangkan usaha budi daya ikan mas majalaya itu dalam upaya meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan. Pemintaan ikan jenis ini juga cukup tinggi,” kata Kepala Bidang Produksi Ikan Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)  Lebak Dadang Lesmana di Rangkasbitung, Kamis.
Saat ini, kelompok pembudi daya ikan mas majalaya di Kabupaten Lebak tercatat 58 kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 580 orang.
Kelompok usaha budi daya itu tersebar di empat kecamatan antara lain Cibeber, Sobang, Cipanas dan Muncang.
Sedangkan, jumlah pembudidaya ikan mas keramba tercatat 600 unit dan menghasilkan puluhan ton/tri wulan.
Kelebihan mas majalaya tersebut, selain rasanya gurih, proteinnya cukup tinggi juga beratnya bisa mencapai 10 kilogram/ekor.
Disamping itu juga mas majalaya mudah beradaptasi dengan suhu air di daerah tersebut.
Kualitas mas majalaya tentunya berbeda dengan ikan air tawar lain, sehingga harga di pasaran mencapai Rp35.000/kilogram.
“Kami berharap ikan mas majalaya dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal,” katanya.
Menurut dia, pengembangan mas majalayan itu untuk mendongkrak swasembada ikan tawar juga peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.
Selama ini, kebutuhan ikan mas masih dipasok dari luar daerah akibat keterbatasan produksi ikan tawar itu.
Ia juga mendorong agar masyarakat dapat mengembangkan ikan mas majalaya dengan keramba maupun kolam, sehingga bisa memenuhi permintaan pasar lokal.
Pengembangan ikan mas majalaya dimulai dikembangkan di Balai Benih Ikan (BBI) milik pemerintah daerah.
Hasil pengembangan BBI, kata dia, disalurkan ke seluruh pembudidaya ikan tawar.
Para peternak pembudidaya ikan mas dipastikan dapat mendongkrak pendapatan ekonomi mereka.
Apalagi, kata dia, harga ikan mas majalaya relatif tinggi dibandingkan dengan ikan mas berasal dari Sukabumi dan Cianjur.
Masa produksi ikan mas majalaya antara dua sampai tiga bulan bisa dipanen.
Pemerintah daerah terus mendorong usaha peternak ikan mas tersebut agar menjadi andalan ekonomi masyarakat.
“Kami yakin pengembangan budi daya ikan mas majalaya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,’ katanya.
Ketua Kelompok Tani Desa Kidul Barat Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Narta mengatakan saat ini anggota petani yang mengembangkan ikan mas majalaya dengan menggunakan keramba mencapai 400 unit.
Mereka petani itu bisa memproduksi selama tiga bulan sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi warga setempat.
“Kami terus memotivasi petani agar meningkatkan produksi dan produktivitas ikan melalui penerapan teknologi,” katanya.(anjas)