Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Kantong Plastik Besar dan Kecil Bayar

0

Lahat, jurnalsumatra.com – Pemerintah Pusat dalam memberlakukan sistem pembayaran kantong plastik bukan sekedar isapan jempol belaka, betapa tidak, program tersebut kini telah merambah hingga ke Kota Lahat khususnya untuk pertokoan jenis ritel, supermarket dan sejenisnya. tentunya ada konsumen pro dan kontra menyambut hal ini, yang bertujuan guna menekan pemakaiannya dalam jumlah besar, mengingat butuh waktu hingga puluhan tahun untuk mengurai.

Sebut saja, Wati (34) berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) menyebutkan, dirinya sangat terkejut sekali, ketika kasir salah satu supermarket memberitahukan, bahwasanya kantong plastik ukuran besar maupun kecil dikenakan biaya sebesar Rp 200.

“Memang tidak ada masalah dengan uang Rp 200, akan tetapi, kok belum ada sosialisasinya terlebih dahulu, misalnya melalui media elektronik, sehingga para konsumen tidak terkejut seperti ini,” ungkapnya. Rabu (24/2).

Lain halnya, Sonni (52) warga Penghijauan mengatakan, awalnya dirinya bukan hanya terkejut, melainkan tidak terima kantong plastik harus bayar juga, walaupun nominalnya kecil, hanya saja, sifatnya mendadak sekali.

“Awalnyo aku idak galak nak bayar tuh, pas kasirnyo ngomong bayar kantong plastik, sebab, sosialisasinyo dinilai belum merata, tapi makmano lagi, masa bawa belanjoan pake tangan, yoo, akhirnyo dibayar juga,” cetusnya lagi.

Sementara itu, salah satu kasir supermarket yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, pemberlakukan kantong plastik ini sudah sejak Minggu (21/2) lalu, seluruh toko ritel pun memberlakukannya.

“Hari Minggu kemaren kak, kantong plastik lah bayar nih, memang banyak yang tekejut ketika kami memberitahukan kepada konsumen harus bayar, walaupun besarannya cuma Rp 200,” ujarnya dengan lantang.

Terpisah, Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag), Fikriansyah SE Msi membenarkan, bahwasanya pihaknya telah tahu dengan pemberlakukan kantong plastik dikenakan biaya, hak ini, bertepatan ketika pemerintah pusat mengumumkan tepat di Hari Lingkunganh Hidup.

“Semua ini, tentunya bertujuan untuk menekan pemakaian kantong plastik dalam jumlah besar, dan kita sangat mendukung program ini, mengingat proses penguraian dialam terbuka membutuhkan hingga puluhan tahun,” pungkasnya.

Disamping itu, sambung dia, guna menekan limbah plastik, tidak hanya ditingkat rumah tangga semata, melainkan di tempat pembuangan akhir (TPA) yang mayoritas tumpukan plastik paling mendominasi.

“Yang jelas, semua ini merupakan terobosan baik sekali dari pemerintah pusat, dengan demikian, perusahaan ritel mampu mengontrol pemakaiannya dan konsumen dapat mempergunakannya sebaik mungkin,” kata Fikriansyah. (Din)