Pulokerto Akan Disulap Menjadi Wisata Air Seperti di Hongkong

0
Pulokerto Akan Disulap Menjadi Wisata Air Seperti di Hongkong

Pulokerto Akan Disulap Menjadi Wisata Air Seperti di Hongkong

Palembang, jurnalsumatra.com – Total biaya Investasi 2 Pembangunan untuk Pulokerto sebesar 7,3 Triliun, yang terdiri dari pembangunan untuk Pariwisata sebesar 4,5 Triliun, pengembangan Pulokerto dan pembangunan Pembangkiti Listri Tenaga Surya sebesar 2,8 Triliun, lebih besar dari pembangunan LRT yang hanya sebesar 7,2 Triliun.

Hal itu disampaikan Harnojoyo Walikota Palembang kepada jurnalsumatra.com yang menurutnya, Investasi sebesar itu lebih besar dari pembangunan LRT, “Hari ini kita mengadakan MOU dalam waktu dekat akan kita tuangkan kesepakatan agreement terkait dengan kerjasama dari pada tindak lanjut hasil MOU. Mr Rursel terkait dengan Pulokerto ini, sudah 6 kali mengujungi. dan hari ini ditindak lanjuti dengan MOU, dan telah disiapkan lahan di Polokerto sebesar 112 hektar ” jelasnya setelah melakukan tanda tangan di rumah dinas walikota (24/2).

Lebih lanjut dikatakannya, sementara untuk tenaga sampah ada investor dari China yang datang dan telah dipagar untuk mengembangkan sampah yang ada di Sukawinantan, yang pertama diinginkan adalah lahan dan luasan lahan kurang lebih 10 hektar untuk satu pembangkit listrik tenaga sampah dan produksi sampah 500 ton, lahan kita tidak ada kendala sebesar 25 hektar dan produksi sampah bukan 500 ton, kita malah 1000 ton, artinya kalau bahan bakunya lebih dari situ bisa kita datangkan dari daerah tetangga baik Banyuasin atau OI, mereka akan senang kalau kita ada tempat penampungan sampah, “Tinggal saya minta jangan sampai menjadi wacana saja, mari lebih cepat lebih bagus untuk menangani sampah di Kota Palembang sesusai visi kita menjadikan Palembang ini yang telak rapih dan bersih” tegasnya.

Ditempat yang sama Sudirman Teguh Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi Pembangunan dan Investasi mengatakan kepada jurnasumatra.com “Pada hari ini kita ada penandatangan MOU antara Perusahaan Australia dan Perusahaan Itali dengan Patralok BUMD nya Kota Palembang, dari perusahaan ini ada 2 yang spesifit, pertama pembangunan kota Palembang ini memang kedepan ini di titik beratkan dengan pembangunan pariwisata” jelasnya.

Lebih lanjutnya dikatakanya, sebagai mana kita ketahui baru satu yang paling berpotensi di Palembang, adalah sungat musi. Oleh karena itu. Perusahaan dari Australia ingin mengembangkan suatu kawasan ekonomi khusus berbasis pariwisata yang semuanya ada kegiatan-kegiatan kepariwisatanya, merupakan satu sentral bernuangsa bukannya hanya sebagai masyarakat Palembang saja tetapi masyarakat International, jadi kelas parawisata kita ini, akan dibangun berskala International dan kedua Palembang ini sudah mengarah kepada green city, karena kota ini merupaka satu kota ramah lingkungan, maka kita mengundang investor yang bergerak untuk meningkat energy melalui listrik tenaga surya, kebetulan perusahaan yang sekarang ini, perusahaan dari Itali yang memang sudah membuat perusahaan di 10 negara, Untuk asia tenggara merupakan satu kemajuan untuk Kota Palembang khususnya

Menurutnya, kapasitas listriknya hampir 100 Mega Watt, tetapi yang akan dibangun terlebih dahulu 10 mega watt, jadi 10 Mega watt ini yang pertama, kemudian akan dikembangkan sampai 100 mega watt. Yang akan di coba di kawasan daerah gandus juga. Karena kenapa dengan 10 mega watt ini. kita sonding dengan kegiatan pariwisata ini akan mensupply. Karena kita tahu nantinya. Kalau sudah terbentuk kawasan yang sudah berbasis pariwisata, memerlukan energy listrik yang cukup berat. Kalau kita hanya mengandalkan PLN ini akan berat nantinya, tidak ada kawasan pariwisata yang listriknya mati hidup-mati hidup

“Karena itulah kedua perusahaan ini kita sondingkan, masih banyak dari bidang-bidang lain, tetapi ini harus bekerja secara parale, agar keduanya bisa dibangun. Kawasan wisatanya dibangung dan listrik tenaga suryanya bisa dibangun, jadi keduanya saling isi, bersibiosis” jelasnya

Menurutnya, wisata yang akan dibangun tersebut lengkap dengan semuanya ada seperti hotel, mice, juga tempat hiburan untuk kapasitas international, dicoba dari pengembangan master plan yang sudah kita bangun oleh pemerintah kota dulu tetapi di combaint. yang dulu dibangun dengan kawasan agrowisata itu tetap ada tetapi di combaint dengan kepentingan entertaint yang lain, yang bisa membangun menjadi suatu kawasan yang bernuasa International

“Sekarang baru mengadakan MOU kita harapkan 2 bulan lagi sudah MOA jadi egriment artinya mereka sudah mulai mengarah kepada hak dan kewajiban perusahaan dan kalau ini berjalan, saya kira ini sudah mengarah pekerjaan, karena mereka meminta dengan cepat di bulan-bulan 5 dan 6 ini sudah ada groung brakingnya nach saya ingin mencoba menyadingkan groung braking dengan dua kepentingan ini dalam satu waktu seperti sekarang ini yang tadinya tidak” ungkapnya.

“Jadi yang satu duta besar Australia membangung kawasan wisata dan duta besar Italia mendampungi untuk membangun pembangkit tenaga surya dan karena itulah mereka tidak bisa masuk kalau tidak disandingkan dengan perusda kita karena perusda kita juga suda go international yang bukan local-localan” pungkasnya. (edchan)