Tidak Miliki SIM Pelajar DIlarang Membawa Kendaraan

0

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Meski dilarang membawa kendaraan ke sekolah namun siswa masih saja terlihat membawa kendaraan untuk pergi kesekolah, pihak sekolah memperbolehkan siswa membawa kendaraan asalkan siswa tersebut sudah memiliki SIM.

Humas SMA Xaverius 3 Palembang, Andreas Toni Hartono mengatakan alasan dilarangnya siswa membawa kendaraan ke sekolah memang karena faktor usia namun jika siswa tersebut sudah memiliki SIM kami akan memperbolehkan mereka menggunakan kendaraan datang ke sekolah. “Anak yang sudah cukup umur dan sudah memiliki SIM maka akan kami izinkan membawa kendaraan,” jelasnya kemarin.

Namun sangat disayangkan banyak siswa yang belum cukup usia namun telah memiliki SIM. “Semuanya tergantung orangtua siswa, banyak orangtua siswa yang membuat tahun lahir anakanya dengan data palsu, sehingga tahun lahir siswa tersebut di buat lebih tua agar bisa mendapatkan SIM,” ungkapnya.

Dia mengatakan untuk siswa yang masih belum cukup umur untuk mendapatkan siswa dan ingin membawa kendaraan ke sekolah maka pihaknya akan memanggil orangtuanya untuk membuat surat perjanjian. “Yang belum cukup umut untuk membuat SIM terutama siswa yang kelas X dan XI, nah mereka jika ingin membawa kendaraan ke sekolah akan kami panggil orangtuanya untuk membuat surat perjanjian,” tegasnya.

Namun walaupun sudah dilarang untuk membawa kendaraan ke sekolah khususnya anak yang belum memiliki SIM, orangtua siswa masih ada saja yang menginginkan anaknya membawa kendaraan ke sekolah. “Alasan orangtua tersebut karena jarang rumah ke sekolah sangat jauh, jadi diharuskan membawa kendaraan, maka dari itu kami harus membuat surat perjanjian jika terjadi apa-apa bukan salah dari pihak sekolah lagi,” cetusnya.

Sementara itu salah seorang siswa yang membawa kendaraan ke sekolah, mengatakan dirinya sebenarnya memang belum cukup umur untuk membuat SIM namun dengan asalan jarak rumah yang jauh dirinya harus membawa kendaraan ke sekolah. ” Saya memang belum cukup umur tapi saya sudah memiliki sim, rumah saya jauh jika harus naik kendaraan umum,” ujarnya.

Dia mengatakan orangtuanya sama sekali tidak melarang dirinya membawa kendaraan, bahkan yang mengurus pembuatan SIMnya adalah orangtuanya. “Orangtua saya malah mendukung, yang membuatkan SIM orangtua saya,” pungkasnya.(yuyun)