Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Demo Warga Tuah Negeri Tuntut Ganti Rugi

0
Demo Warga Tuah Negeri Tuntut Ganti Rugi

Demo Warga Tuah Negeri Tuntut Ganti Rugi

Musirawas, Sumsel, jurnalsumatra.com – Aksi demo damai dari puluhan warga Tuah Negeri yang bernamakan Front Perlawanan Rakyat (FPR) dilakukan di kantor pemerintahan kabupaten Musirawas,Mereka menuntut penyelesaian ganti rugi lahan warga dengan PT. Evans Lestari. Kamis 25/2/2016

Polisi dan satpol pp di turunkan demi menjaga keamanan dan mengantisivikasi hal-hal yang tidak di inginkan saat aksi unjuk rasa berlangsung.

Bahkan anggota DPRD kabupaten Musirawas Wahisun Wais Wahid dan juga sekaligus Dewan Pembina dari Front Perlawanan Rakyat ( FPR ) sempat berorasi dan mendesak pihak eksekutif untuk menyelesaikan permasalahan yang di hadapi warga.

“Kasihan dengan masyarakat yang menderita akibat permasalahan ini,dari dulu sampai sekarang belum ada titik temunya ” kata Wahisun Wais Wahid saat berorasi.

Menurut Andi Lala sebagai koordinator aksi dan juga sekaligus mewakili warga mengungkapkan bahwa pihak kami tidak terima atas ganti rugi yang di lakukan dari pihak perusahaan PT. Evans Lestari yang berada di kecamatan Tuah Negeri

” Ganti rugi yang di berikan kepada warga tidak sama dan berbavariatif,ada yang Rp 6 juta,Rp 10 juta bahkan ada juga yang sampai Rp 20 juta,yang kami inginkan kalaupun itu ada ganti rugi harusnya di samakan ” katanya

Warga juga menduga kalau izin dari PT. Evans Lestari sudah habis masa izinnya,kalau itu benar maka warga meminta pemkab Musirawas untuk tidak memperpanjang izin tersebut.Kemudian mengenai tuntutan dari warga HTI meminta mengenai status trans yang tidak punya status lahan dan meminta untuk menyetop penggusuran di Cawang Gumilir.bahkan mereka menilai,mengapa perluasan lahan tidak di lakukan di daerah BTS Ulu,sedangkan di sana banyak lahan lahan yang masih luas,tapi itu milik cukong cukong yang tidak tersentuh sama sekali,untuk itu mereka mengancam apabila dalam waktu dekat ini pemerintah daerah tidak turun tangan menindak lanjuti,maka mereka akan menyelesaikan dengan cara mereka sendiri.

” Kalau pemerintah tidak menindak lanjuti masalah ini,padahal kami sudah menyampaikan apa boleh buat kita bergerak dengan cara kita sendiri ” katanya

Setelah beberapa saat warga melakukan aksi unjuk rasa akhirnya perwakilan dari warga di sambut pemerintah dam bertemu langsung dengan pemerintahan pemkab Musirawas ,dikarenakan saat itu bupati Musirawas Hendra Gunawan yang ingin di temui warga tidak ada karena sedang dinas di luar,jadi warga di sambut oleh Asisten I setda kabupaten Ali Sadikin,menurut Ali Sadikin yang bertemu langsung dengan perwakilan warga mengatakan bahwa untuk masalah HTI warga harus mematuhi peraturan dan perundang undangan yang berlaku

” Kita akan mencarikan solusi relokasi terhadap warga yang benar benar punya hak berdasarkan historisnya ” katanya

Bahkan tahun 2016 pemkab Musirawas melalui pemerintah pusat dan provinsi akan melakukan penataan ulang terhadap warga HTI karena di sana ada 6 desa.Sementara tuntutan warga dari Tuah Negeri untuk masalah ganti rugi di tahun 2012 dan 2015 itu berdasarkan kesepakatan antara warga dengan perusahaan saat itu.

” Tidak mungkin ganti rugi pasti berdasarkan kesepakatan antara warga dengan pihak perusahaan,dan juga tidak ada aturannya mengenai ganti rugi antara tahun 2012 dan 2015 harus sama,harus di sesuaikan dengan harga setara ” ungkapnya ( Ryan )