Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PEMKAB Lebak Minta Petani Kembangkan Pisang Tanduk

0

Lebak, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta petani mengembangkan pisang tanduk atau pisang galek karena harga di pasaran cukup bagus juga permintaan pasar cenderung meningkat.
“Kami mendorong petani dapat membudidayakan tanaman pisang tanduk untuk meningkatkan pendapatan ekonomi mereka,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dede Supriatna di Lebak, Jumat.
Selama ini, produksi pisang tanduk menjadikan andalan pendapatan petani karena setiap hari ribuan tandan dipasok ke pasar lokal juga ke berbagai daerah, seperti Serang, Tangerang dan Jakarta.
Sebagian besar yang berhasil mengembangkan pisang galek yakni petani Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak.
Karena itu, pihaknya berharap petani terus memperluas tanaman pisang guna meningkatkan produksi.
Sebab, harga pisang tanduk di pasaran antara Rp70.000 sampai Rp120.000 per tandan.
“Kami yakin pengembangan pisang galek dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan, dan memenuhi ketersediaan bagi ketahanan pangan lokal,” katanya.
Menurut dia, pengembangan pisang galek tersebut karena cukup menjanjikan tingkatkan kesejahteraan petani juga permintaan pasar cenderung meningkat.
Kelebihan pisang galek  itu antara lain bentuk buahnya cukup besar panjang dan melengkung seperti tanduk.
Satu pohon hanya menghasilkan tiga sisir, rata-rata tiap sisirnya terdiri dari 10 buah.
Kebanyakan pisang galek itu untuk bahan baku kerajinan keripik pisang juga makanan lainnya.
Disamping itu keistimewaan pisang tanduk menyehatkan karena mengandung serat, karbohidrat untuk kelancaran pencernaan tubuh.
“Kami berharap pisang tanduk itu bisa menajdikan anadalan petani Lebak,” katanya.
Ia juga mengatakan, pemerintah daerah meluncurkan program gerakan tanam swadaya dimaksudkan untuk memenuhi permintaan pasar di daerah itu.
Selain itu juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan.
Potensi pengembangan tanaman pisang di Kabupaten Lebak sangat memungkinkan dengan lahan kering begitu luas.
Penanaman pisang sangat tumbuh subur dan biaya pemeliharaan relatif kecil dibandingkan tanaman biji-bijian maupun hortikultura.
“Kami menargetkan ke depan Lebak sebagai sentra pisang sehingga dapat memenuhi pasar Banten dan DKI Jakarta,” ujarnya menjelaskan.
Sementara itu, sejumlah kelompok tani Desa Rangkasbitung Timur Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku pihaknya sangat mendukung program gerakan tanam pisang itu karena dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Saat ini, produksi pisang di sini berkurang karena banyak serangan penyakit hama sehingga banyak tanaman pisang mati.
“Kami berharap pengembangan pisang tanduk dapat menggenjot produksi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Pepen (53), seorang petani Desa Rangkasbitung Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.(anjas)