Wawali Kediri Siapkan “Prodamas” Cegah Tumpang Tindih

0

     Kediri, jurnalsumatra.com – Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah menyatakan pihaknya telah menyiapkan “Prodamas” (program pembedayaan masyarakat) untuk mengawal program itu, sekaligus mencegah adanya program yang tumpang tindih.
“Untuk itu, saya meminta rapat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dibahas dengan serius, lalu pendamping prodamas harus mendampingi saat di kecamatan sampai di kota,” katanya di Kediri, Rabu.
Ia mengatakan musrenbang dibahas salah satunya untuk merencanakan berbagai program yang tidak bisa direalisasikan dengan program pemberdayaan masyarakat (prodamas).
Setiap rukun tetangga (RT) di Kota Kediri mendapatkan dana untuk prodamas sebesar Rp50 juta per tahun. Program ini dimulai era Wali Kota Abdullah Abu Bakar dan wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah.
“Musrenbang ini mencover yang tidak bisa dicover prodamas, mungkin karena besarnya biaya dan yang diperlukan lebih banyak, sehingga masuk di musrenbang,” katanya.
Wali Kota berharap pembangunan di Kota Kediri bisa maksimal. Musrenbang ini membahas program di 2017, sehingga dengan adanya program ini bisa dibahas bersama mulai usulan tingkat kelurahan sampai kecamatan.
Sementara itu, Camat Pesantren Eko Lukmono mengatakan dalam musrenbang saat ini terdapat 168 usulan untuk empat bidang baik itu kesehatan, lingkungan, pelayanan umum maupun ekonomi pariwisata.
“Kami mencatat ada 168 usulan di berbagai bidang dengan nominal sekitar Rp37 miliar. Namun, dari pembahasan ini beberapa yang kami verifikasi,” katanya.
Dalam usulan masyarakat tersebut, ada yang sudah dilaksanakan pada 2016, namun nyatanya masih diusulkan oleh masyarakat. Salah satunya pembangunan gedung serbaguna di Kelurahan Tosaren. Gedung itu direncanakan dibangun pada 2016 oleh dinas pekerjaan umum, sehingga usulan dari masyarakat dalam musrenbang dikaji lagi.
Kegiatan musrenbang itu diikuti oleh masyarakat umum, maupun dari Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPD) Kota Kediri. Kegiatan musrenbang di Kota Kediri juga digelar bergantian di tiga kecamatan, yaitu di Kecamatan Kota, Mojoroto, dan Pesantren.(anjas)