Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


DBD Stadium Tiga Terdeteksi Di Kota Kupang

0

Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyatakan dua pasien dalam perawatan intensif kasus stadium tiga penyakit demam berdarah dengue (DBD).
“Kedua kasus stadium tiga itu ditemukan dari hasil pendeteksian ke rumah sakit dan puskesmas pada pekan terakhir Februari 2016,” kata Kepala Bidang Penanggulangan dan Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang Sri Wahyuningsih di Kupang, Senin.
Dia menyebutkan, dua kasus DBD stadium tiga dari jumlah keseluruhan penderita DBD hingga pekan ke delapan 2016 berjumlah 82 kasus itu, saat ini dalam pengawasan paramedis.
“Dua orang pasien itu sedang dirawat intensif di puskesmas,” katanya.
Selain stadium tiga, ada stadium dua berjumlah 15 kasus, dan stadium satu berjumlah 65 kasus. “Semua pasien itu saat ini sedang dalam penangan paramedis di setiap puskesmas di masing-masing wilayah,” kata Sri.
Menurut dia, terjadi lonjakann jumlah kasus DBD hingga pekan terakhir Februari 2016.
Pada pekan ke-7 Februari lalu, penyakit yang biasa muncul pada saat perubahan musim memasuki musim hujan itu berada pada 72 kasus.
“Namun hanya berjarak sepekan menjadi 82 kasus. Atau naik sebanyak 10 orang penderita,” katanya.
Dinas Kesehatan Kota Kupang  mengatakan hujan yang mulai meningkat, menjadi pemicu peningkatan jentik dan nyamuk penyebab penyakit tersebut.
Disebutkannya, dari jumlah 82 kasus tersebut, dari pemetaan penyebaran terbanyak di Kecamatan Maulafa dengan 25 kasus. Menyusul kecamatan Oebobo 19 kasus, Kota Raja 13 kasus, Kelapa Lima 11 Kasus, Alak sembilan kasus dan Kecamatan Kota Lama berjumlah lima kasus.
Pemerintah terus menyosialisasikan dan membangkitkan kesadaran masyarakat menerapkan pola hidup sehat dengan pola 3-M yaitu menguras, menutup dan mengubur barang yang menjadi basis pembiakan jentik nyamuk. Selain juga “fogging focus” di hampir semua kelurahan.
“Ada terdapat 43 titik ‘fogging focus’dilakukan petugas hingga pekan kemarin,” katanya.
Pengasapan yang dilakukan itu, kata dia, berdasarkan hasil pemetaan epidemiologi petugas lapanga di seluruh wilayah kelurahan dengan eskalasi jumlah penderita yang terserang gigitan nyamuk tersebut.
“Pengasapan untuk memberantas nyamuk DBD secara fokus, dilakukan dalam dua putaran dengan interval waktu satu minggu dalam radius 100 meter dengan satu titik fokus melingkupi 300 rumah,” kata Sri Wahyuningsih.(anjas)