Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Dinkes Lebak Targetkan 130.286 Balita Ikuti PIN

0

     Lebak, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten, menargetkan imunisasi 130.286 anak di bawah usia lima tahun (Balita) dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang dilaksanakan secara serentak 8 Maret 2016.
“Kami optimistis target pencapaian imunisasi terealisasi 100 persen,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Firman Rahmatullah di Lebak, Kamis.
Saat ini, petugas Puskesmas terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi pentingnya imunisasi guna pencegahan penyakit polio juga serangan penyakit campak.
Kegiatan penyuluhan tersebut untuk mendongkrak partisipasi masyarakat yang memiliki anak balita dapat dilakukan imunisasi di pos yandu, pos PIN maupun Puskesmas setempat.
Sebab, jika anak tidak dilakukan imunisasi cukup berpotensi terhadap serangan campak maupun polio.
“Kami mengajak masyarakat agar membawa anak-anaknya yang berusia balita untuk ditetes imunisasi,” katanya menjelaskan.
Ia mengatakan, kasus polio di Kabupaten Lebak hingga menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) pada tahun 2004 lalu dan puluhan anak mengalami polio pada bagian kaki.
Kemungkinan penderita polio tersebut cacat permanen akibat orangtua tidak membawa anaknya ke petugas medis untuk dilakukan imunisasi.
Karena itu, peemrintah meluncurkan gerakan PIN diharapkan balita-balita dapat dilakukan imunsiasi massal.
“Kami menyediakan posyandu dan pos PIN sebanyak 9.700 unit tersebar di 345 desa/kelurahan,” katanya.
Menurut dia, pihaknya menargetkan PIN sebanyak 130.286 balita dari hasil pendataan petugas Puskesmas  28 kecamatan,termasuk anak-anak suku terasing yakni masyarakat Baduy.
“Kami berharap orang tua yang memiliki balita diminta anaknya diimunisasi polio,” katanya.
Sementara itu, petugas Puskesmas Cijaku Kabupaten Lebak Ervan mengatakan pihaknya kini sudah siap melaksanakan PIN 8 Maret mendatang dengan menyiapkan posyandu dan pos PIN.
Selain itu juga petugas medis sudah melakukan pendataan kelompok balita yang menjadi sasaraan karena di wilayahnya banyak terdapat desa terpencil yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
Apalagi, saat ini curah hujan tinggi sehingga sulit untuk memasuki perkampungan dengan menggunakan sepeda motor.
“Kami akan bekerja keras untuk mensukseskan PIN,meskipun kondisi topografi perbukitan dan pegunungan,” katanya.(anjas)