Kontraktor Harus Siap Menghadapi MEA

0
Kontraktor Harus Siap Menghadapi MEA

Kontraktor Harus Siap Menghadapi MEA

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mulai masuk ke Indonesia, para pelaku bisnis harus bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada. Tidak mustahil masuknya MEA ke Indonesia akan diikuti dengan masuknya tenaga kerja konstruksi asing dari luar negeri.

Untuk itu Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (AKSI) sudah harus menyiapkan strategi untuk dapat bersaing dengan pelaku jasa kontraktor konstruksi asing dari luar negeri dalam mengahadapi MEA nantinya.

“Aksi diharapkan bisa menciptakan pengusaha baru, bisa meningkatkan sumber daya manusianya untuk menjadi pengusaha unggulan. Aksi diharapkan menguatkan komunikasi dengan pemerintah daerah,Kadin dan asosiasi lain,agar terjalinnya komunikasi yang harmonis dan fleksibel ke depan,”Ungkap Ketua DPC AKSI Kota Palembang, Hadi Pranoto, Senin (29/2) Usai Pelantikan. Kepengurusan DPC Aksi Kota Palembang.

Hadi mengatakan meskipun Kepengurusan Aksi untuk wilayah Kota Palembang baru berdiri, namun sudah mampu menjaring 60 anggota yang sudah memiliki Serifikat Badan Usaha (SBU). Diharapkan di tahun 2016 ini akan mampu mendapatkan 150 anggota dengan Sertifikat Badan Usahanya.

Setelah terbentuk kepengurusan, DPC AKSI Kota palembang akan melakukan kegiatan-kegiatan, diantaranya pembinaan, pelatihan dan penguatan kepengurusan

“Sertifikat Badan Usaha menjadi syarat untuk perusahaan itu mengikuti lelang. Tanpa SBU yang diterbitkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJK), Perusahaan Kontraktor tidak bisa mengikuti lelang,” katanya.

Lebih lanjut Hadi menjelaskan bahwa untuk mendapatkan SBU tersebut tidak sulit. Persayaratan yang diajukan untuk suatu perusahaan mendapat SBU yakni akte pendirian PT, SK Menteri Hukum dan HAM, Surat Keterangan Domisili Usaha, NPWP, SIUP, TDP dan Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Perlu diketahui LPJK telah membuat kualifikasi perusahaan dengan nilai proyek: K1, K2, K3, M1, M2, B1, dan B2. Kalau perusahaan Anda masih baru di bidang jasa konstruksi, Anda hanya mempunyai dua pilihan: memilih proyek kecil (K1) atau menengah (M1). Kualifikasi Anda nanti dapat ditingkatkan sesuai dengan pengalaman Anda di bidang konstruksi. Bila Anda memilih kualifikasi kecil (K1) misalnya, Anda harus mempunyai pengalaman tertentu untuk bisa naik ke kualikasi K2, K3 dan seterusnya.

Sementara itu, Kepala PU Pengairan Cipta Karya Kota palembang, mengatakan mengingat pesatnya pembangunan di kota Palembang, sebagai mitra pemerintah perusahaan kontraktor konstruksi yang tergabung kedalam anggota AKSI kota Palembang harus siap bersaing dengan perusahaan kontraktor konstruksi lainnya yang ada di Palembang. Dimana sekarang masih ada perusahaan jasa kontraktor konstruksi dengan ekonomi yang masih lemah. Diharapkan perusahaan ini mampu meningkatkan kualitas perusahaan juga SDM nya.

“Kalau perusahaannya bagus, tentu akaan kebagian semua, tapi kalau kontraktornya tidak benar tentu akan di tinggalkan,” tukasnya. (yuyun)