Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


DPRD Kaltim: 15 Persen APBD Untuk Pertanian

0

     Samarinda, jurnalsumatra.com – DPRD Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk memberikan prioritas anggaran pada sektor pertanian dengan alokasi sebesar 15 persen pada APBD Kaltim setiap tahunnya.
Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun di Samarinda, Rabu, mengemukakan pemberian porsi khusus anggaran untuk sektor pertanian ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan di daerah, khususnya Provinsi Kaltim.
Dengan terwujudnya sawasembada pangan di Kaltim, lanjut Syahrun, ke depan diharapkan bisa menjadi penunjang kedaulatan pangan secara nasional.
“Tidak hanya provinsi, kabupaten/kota di Kaltim juga harus memiliki komitmen yang sama,” katanya.
Komitmen mewujudkan swasembada pangan itu ditandatangani Gubernur Kaltim, Universitas Mulawarman, DPRD Kaltim, dan pemerintah serta DPRD kabupaten/kota saat Rapat Koordinasi Pangan 2016 di Lamin Etam, Kantor Gubernur.
Syahrun sepakat dengan pernyataan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak agar daerah memasukkan sejumlah program yang sejalan dengan pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan.
Adapun program tersebut, antara lain pengendalian impor pangan, memberantas mafia impor atau pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengatur harga dan stok, serta meningkatkan produktivitas pertanian lokal.
Selain itu, penanggulangan kemiskinan petani dan generasinya harus menjadi perhatian pemerintah, karena salah satu faktor menurunnya produksi pertanian adalah minimnya kesejahteraan petani di semua daerah.
“Fakta menyebutkan saat ini pembiayaan pertanian begitu tinggi, bahkan tidak jarang biaya perawatan pertanian lebih mahal dari harga jual komoditas pertanian. Kondisi seperti ini yang harus kita perangi,” katanya.
Syahrun menambahkan berbagai program pertanian harus masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Daerah Kaltim, sehingga bersinergi dan mampu terarah dalam prinsip berkesinambungan.
“Alokasi anggaran 15 persen pada APBD itu akan untuk membangun sarana dan prasarana infrastruktur pertanian. Dengan lahan di Provinsi Kaltim yang masih cukup luas dan dibantu dengan program dan anggaran yang memadai, saya optimistis akan berhasil,” tutur Syahrun.(anjas)