Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Wonosobo Terapkan Sistem Informasi Kesehatan Berbasis Internet

0

Wonosobo, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, membuat terobosan inovatif untuk memantau kinerja pelayanan kesehatan di puskesmas dengan menerapkan sistem informasi kesehatan (SIK) berbasis internet.
“Melalui sistem tersebut, kegiatan pelayanan kesehatan di 24 puskesmas di daerah kita terpantau secara real time di Dinas Kesehatan,” kata Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo saat meninjau cara kerja SIK di Dinkes Wonosobo, Kamis.
Ia mengatakan melalui SIK kegiatan pelayanan puskesmas termasuk apa saja diagnosa dokter hingga obat untuk para pasien langsung terlihat pada layar yang terpasang di aula Dinkes Wonosobo.
Agus Subagiyo menuturkan SIK itu mendapat apresiasi positif dari Kementerian Kesehatan dan kemungkinan bakal diadopsi untuk diberlakukan ke seluruh Indoensia.
Dengan beroperasinya SIK, diharapkan kinerja tenaga kesehatan di wilayah semakin meningkat, mengingat pengawasan terhadap mereka kini bisa dilakukan setiap saat tanpa perlu lagi inspeksi mendadak ke lapangan.
“Kepala Dinkes tidak lagi harus jauh-jauh ke wilayah untuk mengetahui sejauh mana berjalannya pelayanan puskesmas atau bahkan puskesmas pembantu, sistem ini sangat efektif dan efisien,” katanya.
Dikatakan, melalui layar monitor tersebut juga terlihat obat apa saja yang paling sering diberikan kepada pasien di setiap puskesmas beserta hasil pemeriksaannya sekaligus,
Ia yakin dengan lengkapnya data informasi yang ditampilkan, upaya untuk meningkatkan kualitas manajemen pelayanan kesehatan di wilayah lebih mudah dicapai.
Operator SIK, Hanung Nugraha mengaku mengembangkan SIK sekitar hampir satu tahun.
“Keberadaan SIK memudahkan kinerja pelayanan di puskesmas, memudahkan pengambilan keputusan di Dinkes hingga menjadi sumber data aktual untuk kepentingan statistik,” katanya.
Melalui data yang tampil hasil dari input setiap puskesmas, katanya siapa pun di lingkup Dinkes bisa mengetahui demografi penyakit hingga pada pesersebarannya berdasar wilayah.
“Kefarmasian juga bisa dipantau lebih akurat, karena sistem ini memperlihatkan penggunaan obat oleh para dokter hingga pada sirkulasi alat kesehatannya,” katanya.
Ia mengakui kendala utama sistem tersebut adalah belum meratanya kemampuan akses internet di wilayah, karena sistem ini memang berbasis pada internet sehingga membutuhkan stabilitas arus data.(anjas)