Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Aparat Diimbau Perketat Pengawasan PSU Pilkada Muna

0

     Kendari, jurnalsumatra.com – Aparat keamanan dan panitia pengawas diimbau untuk memperketat pengawasan pemungutan suara ulang (PSU) pilkada di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara sehingga kecurangan seperti sebelumnya tidak terjadi lagi.
“Terjadinya kecurangan pada pilkada serentak 9 Desember 2015 Kabupaten Muna karena lemahnya pengawasan dari aparat dan panitia pengawas pilkada,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra Nursalam Lada di Kendari, Kamis.

     Ia mengatakan pada penyelenggaraan PSU di tiga TPS di Muna seperti yang diperintah oleh Mahkamah Konstitusi harus dijaga ketat sehingga tidak ada ruang bagi oknum-oknum tertentu untuk melakukan kecurangan.
Menurut dia, kecurangan yang terjadi pada pilkada itu telah menimbulkan kerugian keuangan negara yang cukup besar.
“Akibat dari kecurangan yang dilakukan oknum-oknum tertentu, negara harus mengeluarkan biaya PSU miliaran rupiah lagi,” katanya.
Pilkada pada 9 Desember 2015 Kabupaten Muna diikuti tiga pasangan calon bupati/wakil bupati.
Pada penetapan hasil perhitungan suara oleh KPU, pasangan LM Baharuddin/La Pili meraih 47.467 suara, lebih tinggi 33 suara dari pasangan Rusman Emba/Malik Ditu yang memperoleh 47.436 suara. Sedangkan pasangan Laode Arwaha Adi Saputra/Laode Saemuna hanya kebagian 5.408 suara.

     Pasangan Rusman Emba/Malik Ditu yang merasa dicurangi dalam pilkada Muna mengajukan gugatan ke Mahmakah Konstitusi.
Hasilnya, MK membatalkan hasil perhitungan suara di tiga TPS, yakni TPS 4 Kelurahan Raha I dan TPS 4 Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu serta TPS 1 Desa Marobo, Kecamatan Marobo sekaligus memerintahkan KPU MUna untuk menyelenggarakan PSU di tiga TPS tersebut karena terbukti ada kecurangan.
Setelah MK membatalkan hasil perhitungan suara tiga TPS tersebut, maka posisi pasangan Rusman Emba/Malik Ditu menjadi menjadi unggul 94 suara dari LM Baharuddin/La Pili.(anjas)