Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Total Kerugian Pencari Kerja Mencapai Rp2 Miliar

0

    Sukabumi, jurnalsumatra.com – Kerugian pencari kerja yang tertipu dengan modus perekrutan tenaga kerja PT Semen Jawa Sukabumi mencapai Rp2 miliar.
Hal itu berdasarkan perhitungan tim penyidik Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat, kata Kepala Bagian Operasi Polres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim kepada Antara di Sukabumi, Kamis.
“Total kerugian memang sangat besar, karena setiap korbannya harus menyetorkan uang sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta jika ingin masuk menjadi karyawan di pabrik semen milik investor Thailand itu. Bahkan, hingga saat ini sudah ada 658 pencari kerja yang mengaku tertipu oknum yang mengatasnamakan Human Resources Development (HRD) PT Semen Jawa,” katanya.

    Menurutnya, jumlah kerugian korban bisa terus bertambah karena diduga jumlah korban yang tertipu modus perekrutan tenaga kerja ternyata tidak hanya dari Sukabumi saja, tetapi cukup banyak yang dari luar Sukabumi. Selain itu, ada beberapa orang pencari kerja yang mengaku tertipu hingga Rp10 juta.
Maka dari itu, pihaknya terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar modus yang dilakukan oleh para oknum yang mengatasnamakan HRD PT Semen Jawa. Namun, hingga kini pihaknya belum menetapkan tersangka, tetapi sudah ada calonnya baik yang menjadi otak penipuan maupun pencari calon tenaga kerja.

     Di sisi lain, Sulaeman mengatakan dalam melakukan aksinya tersebut calon tersangka mengaku menggadai rumah di Kampung Cipendeuy RT 02 RW 10, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi untuk dijadikan kantor perekrutan tenaga kerja. Selain itu, dari hasil penyelidikan calon tersangka menyebutkan tidak pernah menjadi karyawan di perusahaan yang di bawah kendali PT Semen Ciam Group (SCG). Tetapi untuk meyakinkan calon korbannya, pelaku mengaku bisa mempekerjakan mereka sebagai karyawan outsourcing.
“Kami juga menyita barang bukti hasil penipuan yakni kwitansi bermaterai Rp6 ribu sebagai 658 lembar, sofa, tempat tidur dan lain-lain yang disita dari kantor perekrut tenaga kerja fiktif tersebut,” katanya.(anjas)