Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PEMKOT Lubuklinggau Gelar Pameran Astronomi Sebelum GMT

0

Lubuklinggau, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, akan menggelar pameran astronomi di kawasan obyek wisata Bukit Sulap setempat sebelum gerhana matahari total melintasi wilayah itu pada, Rabu (9/3) diperkirakan selama sebelas detik.
“Kami menghimbau agar masyarakat beramai-ramai menyaksikan serta salat Gerhana, serta menyaksikan pameran Astronomi untuk menambah ilmu pengetahuan alam khususnya bagi pelajar,” kata Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, Selasa.
Ia mengajak seluruh masyarakat dan siswa untuk menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) karena fenomena alam itu sangat langka terjadi, sedangkan lokasinya sudah ditetapkan pada obyek wisata Bukit Sulap setempat.
Kota Lubuklinggau cukup beruntung dilalui GMT, meskipun durasinnya hanya 11 detik, semuanya akan menyaksikan bersama-sama mulai pukul 06.20 ¿ 08.20 wib dan lintasannya diperkirakan pada pukul 07.20 WIB.
Di Bukit Sulap itu akan digelar beberapa kegiatan serta perlombaan yang bertujuan untuk menambah wawasan serta ilmu pengetahuan, khususnya para pelajar dan generasi muda.
Menurut dia, tidak hanya sebatas menggelar pameran tapi mengajak masyarakat mengikuti lomba selfie melalui instagram dengan hastag #GMT Kota Lubuklinggau yang berlatar belakang panorama GMT, kegiatan itu bertujuan agar GMT di Kota Lubuklinggau menjadi trending topic di dunia.
Selain itu ia mengharapkan agar kegiatan itu berjalan lancar, serta mendoakan agar saat pelaksanaan cuaca cerah, sehingga masyarakat bisa leluasa menyaksikan fenomena alam itu dengan kasat mata.
“Kalau dulu peristiwa alam seperti itu ditapsirkan macam-macam dan banyak mitos GMT, namun saat ini menjadi ilmu pengetahuan untuk mengetahui keadaan alam berikutnya, tapi buka mendahului Tuhan,” ujarnya.
Pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Lubuklinggau H Hasbi Saidina Ali mengajak masyarakat bersama-sama melakukan salat Gerhana Matahari di komplek Muhammadiyah, Kelurahan Bandung Kiri bertindak sebagai khotib Drs H Asril dan imam Marlinaf.
Ia mengatakan jamaah itu selain warga sekitarnya juga mengikutsertakan seluruh siswa mulai tingkat Sekolah dasar (SD), SMP hingga SMA sederajat, shalat gerhana itu sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikannya untuk melihat salah satu kebesarannya.
Gejala alam itu salah satu menunjukan kebesaran Allah Swt, sehingga secara tidak langsung menguatkan iman secara pribadi, sedangkan dari sisi keilmuan itu merupakan bukti teori astronomi yang selama ini dipelajari.
Fenomena yang terjadi selama 11 detik itu diharapkan umat Islam menambah kecintaannya kepada Allah SWT, dengan demikian umat Islam tidak melewatkan kesempatan menunaikan salat Gerhana tersebut, ujarnya.(anjas)