Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Polres Lahat Sidik Kematian Kepala BKD

0

KAPOLRES AKBP YAYAT POPON RUHIYATLahat, jurnalsumatra.com – Kegiatan rafting yang digelar pada Jum’at (4/3) belum lama ini, hanya meninggalkan kenangan pahit. Pasalnya, akibat acara itu, membuat Pemerintahan Daerah (Pemkab) Lahat, harus kehilangan salah satu Kepala BKD dan Diklat Kabupaten Lahat, Drs H Syamboediono SE MM, karena mengalami kecelakaan saat mengikuti Rafting, dan berujung meninggal dunia.

Dari peristiwa itu, ternyata pihak keluarga korban tidak tingal diam, dan menilai tewasnya pria yang akrab disapa SBY ini tidak wajar. Sehingga, membuat krops coklat (Polisi-red) saat ini mulai melakukan penyelidikan dan telah memintak keterangan para saksi, guna memastikan kecelakaan tersebut murni kelalaian atau musiba.

Kapolres Lahat, AKBP Yayat Popon,Sik membenarkan saat ini pihaknya telah menerima laporan (LP) dari keluarga Almarhumma terkait kecelakaan yang terjadi saat mengikuti Rafting Jum’at(4/3) lalu. Bahkan kemarin, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk melengkapi bukti-bukti guna memastikan penyebab kematiannya.

“Bukan itu saja, petugas kita pun telah memeriksa sejumlah saksi. Intinya, Polisi tidak bisa berspekulasi apakah tewasnya akibat kelalaian atau hal-hal lainnya. Saat ini kasus nya sedang ditangani dan terus kita dalami,” kata Kapolres Lahat.

Selain itu, petinggi nomor satu dijajaran Polres Lahat ini mengingkatkan, agar mengenai isu yang saat ini beredar pihaknya berharap agar masyarakat tidak mudah percaya begitu saja. Apalagi, setiap musibah adalah hal diluar batas kemampuan manusia sehingga jangan menimbulkan fitnah yang tidak beralasan.

“Pengusutan kasus ini tidak ada sprint dari Mabes Polri seperti yang diisukan. Siapapun berhak mendapat kan keadilan jika menilai perkaranya tidak wajar dan Polisi akan siap membantu,” ujar pria berpangkat melati dua ini.

Terpisah, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lahat Heri Kurniawan,Sstp Msi saat dikonfirmasi menuturkan, tidak benar jika keluarga korban akan membawa kasus tenggelamnya SBY tersebut ke Meja Hijau.

“Yang jelas, kabar itu sudah simpang siur, dan tolong diluruskan. Benar saat kejadian itu saya satu perahu dengan Almarhum,” tegasnya, ketika sejumlah wartawan mencoba konfirmasi masalah tersebut.

Sementara, salah satu warga yang mintak namanya dirasiakan menuturkan, terkait tewasnya Kepala BKD dan Diklat Lahat itu, pihak keluarga sudah membawa kasus ini ke Polisi. Mirisnya, apalagi menurut fakta seperti debit air sungai Lematang yang besar, tidak didampingi Kiper saat melintas serta tidak melakukan Breffing sebelum melakukan Rafting jelas hal yang sangat disayangkan.

“Seharusnya, kegiatan tersebut sebelum dilakukan pihak panitia melakukan breffing lebih dulu. Termasuk siapa Tim Panitia memantau tiap titik-titik, guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Sebab, Even tingkat Nasional dan Internasional saja bisa batal jika cuaca buruk, namun acara rafting tidak memikirkan kondisi dilapangan saat itu,” tukas sumber. (Din)