Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Bakti Bangsa Bangun Tugu Gerakan Kepri Mengajar

0

    Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Pengajar muda anggota Komunitas Bakti Bangsa membangun tugu di tempat pelaksanaan program Gerakan Kepulauan Riau (Kepri) Mengajar.
Ketua Komunitas Bakti Bangsa Kepri M Mukhlis, di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan, pemasangan tugu itu sebagai penanda para pengajar muda pernah memberi pendidikan gratis kepada anak-anak kurang mampu.
“Tugu itu sebagai bukti pengabdian kami, tetapi yang lebih penting tugu ini diharapkan dapat mendorong organisasi kepemudaan, mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan di Kepri melakukan kegiatan yang positif untuk kepentingan masyarakat,” katanya, yang juga mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Hal senada dikatakan Sekretaris Komunitas Bakti Bangsa Kepri Hartina Dhika Restu.
Dia menambahkan pengajar muda di organisasi ini sejak tahun 2012 hingga sekarang telah melaksanakan program Gerakan Kepri Mengajar.
Pertama kali, pengajar muda yang juga memiliki pengalaman dalam mengajar memberi pendidikan gratis di Desa Tanjung Kapur, Kabupaten Bintan. Mereka mengajar anak-anak dari keluarga petani dan nelayan.
Pengajar muda juga pernah mengajar anak-anak kurang mampu di Desa Wacopek Bintan.
“Ada dampak positif yang didapat oleh pelajar SD yang diajar. Mereka semakin rajin belajar, berbuat baik dan beribadah,” katanya.
Sementara di Tanjungpinang, ibu kota Kepri, pengajar muda memberi pendidikan gratis di berbagai tempat seperti Sei Ladi, Sei Nyiri, Kampung Kelam Pagi, Batu 8, dan sekarang Kampung Bulang.
Anak-anak yang diajar kebanyakan berasal dari keluarga kurang mampu, yang orang tuanya bekerja sebagai pemulung, nelayan, petani dan buruh.
“Mereka memiliki semangat yang tinggi untuk menjadi pelajar berprestasi di sekolah,” ujarnya.
Sekretaris Koordinator Daerah Komunitas Bakti Bangsa Raja Azwar mengatakan tempat mengajar rata-rata di masjid atau di surau. Pengajar muda setiap hari Minggu pagi mengajar di surau atau masjid.
“Sudah ratusan pelajar yang sudah mendapat pendidikan gratis ini,” katanya.
Dia mengatakan kader pengajar muda berjumlah puluhan orang. Sebagian dari mereka sudah bekerja setelah tamat kuliah.
“Setiap tahun selalu terjadi regenerasi kepengurusan. Ini sebagai wujud mendorong mahasiswa yang memiliki komitmen untuk mengabdi,” katanya.(anjas)