Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BERANDA – RSUD Johannes Bantah Lakukan Malpraktek

0

Kupang, jurnalsumatra.com – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr WZ Johannes Kupang membantah melakukan kegiatan malpraktek di rumah sakit tersebut terkait pengangkatan ginjal pasien Agustina Luruk yang pada awalnya di diagnosa mengalami tumor indung telur.
“Ginjalnya sudah rusak saat kami lakukan operasi untuk mengangkat tumor yang ada di indung telur pasien tersebut,” kata Ketua tim ahli bedah RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang dr Unedo Markus SpOG.K kepada wartawan di Kupang, Jumat.
Unedo yang ditemui di RS rujukan milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengatakan pasien atas nama Agustina Luruk itu sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Atambua, Kabupaten Belu yang berbatasan dengan Timor Leste.
Namun, pihak rumah sakit tersebut tidak sanggup melakukan operasi pengangkat tumor di bagian indung telur, sehingga dirujuk ke RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.
Berdasarkan hasil rujukan dari RSUD Atambua, kata Markus yang didampingi Direktur RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang Dominikus Minggus Mere, pasien tersebut diduga mengalami tumor indung telur atau tumor kandungan.
“Tetapi yang  kami terima hanya ada laporan ada benjolan di sekitar perut dan kemungkinan mengalami kista jadi harus dioperasi,” kata Unedo.
Saat dilakukan operasi, kata dia, dokter bedah menemukan bahwa salah satu ginjal milik pasien sudah rusak dan sudah infeksi bertahun-tahun akibat penyakit kista yang dialami.
“Yang ada di pikiran kami adalah menyelamatkan nyawa pasien dan mengangkat juga ginjal dari pasien. Jika dibiarkan maka nyawa pasien tidak akan tertolong,” tuturnya.
Direktur RSUD WZ Johanez Dominggus mengatakan, dipindahkannya pasien ke Kupang karena memang RS tersebut kekurangan tenaga medis.
“Pada intinya kita tidak menerapkan malpraktek dan apa yang dilakukan oleh dokter bedah kami hanya untuk menyelamatkan pasien. Lagi pula, pasien tersebut dilaporkan sudah bisa pulang pada hari ini,” tuturnya.
Kasus ini menjadi heboh setelah sebuah media lokal menuding RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang melakukan malpraktek terhadap pasien Agustina Luruk.(anjas)