Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Legislator Desak AWL Selesaikan Sengketa Lahan

0

Sampit, jurnalsumatra.com – Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mendesak perusahaan sawit PT Agro Wana Lestari segera menyelesaikan lahan sengketa milik masyarakat daerah tersebut.
“Laporan yang kita terima lahan masyarakat yang digarap PT AWL tersebut diketahui milik Opi warga desa Tanah Haluan dengan luas 88 hektare. Kita beri waktu dua pekan untuk memutuskan setuju atau tidak ganti rugi lahan masyarakat itu,” kata Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Parimus di Sampit, Jumat.
Parimus juga menganjurkan agar pihak perusahaan menyelesaikan sengketa lahan tersebut secara kekeluargaan dan tidak menyelesaikan melalui jalur hukum karena hal itu dapat merugikan masyarakat, bahkan tidak menutup kemungkinan juga merugikan pihak perusahaan.
“Saran saya permasalahan ini tidak perlu diselesaisakan melalui jalur hukum, cukup dengan kekeluargaan,” ucapnya.
Opi, pemilik lahan mengatakan, tanahnya itu merupakan warisan orang tuanya yang mereka garap sejak Tahun 1973. Ada sembilan lembar surat tanah dengan luas keseluruhan mencapai 112 hektare, namun setelah dilakukan pengukuran yang digarap perusahaan seluas 88 hektare.
“Lahan yang digarap PT AWL tersebut merupakan kebun rotan dan karet yang sudah mulai produksi. Kami ingin perusahaan mengganti rugi sebesar Rp15 juta/hektare,” ucapnya.
Sementara itu, Kabag Ekonomi SDM dan SDA Kotim, Wim RK Benung mengatakan, mengacu pada izin yang berikan, luas HGU PT AWL mencapai 11.000 hektare lebih.
“Kita belum tahu apakah lahan masyarakat yang digarap perusahaan tersebut masuk dalam izin HGU yang kita berikan atau tidak. Untuk mengetahuinya, kita perlu melakukan pengukuran,” ucapnya.
Meski demikian Wim meminta pihak perusahaan menyelesaikan sengketa tersebut secara kekeluargaan.
Sementara itu, perwakilan PT AWL Saniel mengatakan, sebelumnya lahan yang diklaim keluarga Opi tersebut telah diganti rugi pihak perusahaan, namun atas nama orang lain.
“Saya tidak bisa memutuskan saat ini, dan permasalahan ini akan kita sampaikan ke manajemen,” katanya.(anjas)