Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Semua Bandara Perintis Di NTT Pembinaan Kemenhub

0

     Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur,  Ricard Djami mengatakan semua bandar udara yang ada di daerah itu dibawah pembinaan Kementerian Perhubungan.
“Pemprov NTT tidak memiliki bandara dan semua bandara di NTT dibawah Kemenhub serta semuanya sudah mendapat izin resmi untuk beroperasi,” katanya  di Kupang, Jumat,  terkait kemungkinan masih ada bandara perintis di NTT yang belum mendapat izin Kemenhub.
Menurut dia, Kementerian Perhubungan telah menempatkan personil sebagai kepala bandara pada semua daerah yang memiliki bandar udara.
Kepala bandara ini, kata dia, selain bertugas mengawasi lalulintas penerbangan, juga mempersiapkan pengembangan bandara, baik perluasan landasan pacu maupun ruang tunggu penumpang sesuai dengan kebutuhan.
“Jadi kalau ada perluasan bandara Gewayang Tanah di Larantuka misalnya, maka itu dilakukan oleh Kementerian Perhubungan melalui personilnya yang ada di daerah,” katanya.
Pemerintah daerah kata dia, hanya membantu menyediakan lahan, jika ada permintaan untuk kepentingan perluasan bandara, katanya menjelaskan.
14 bandara
Provinsi kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini memiliki 14 bandara udara.
Dari 14 bandara tersebut, satu bandara berstatus bandara internasional yaitu Bandara El Tari yang terletak di Kupang ibu kota Provinsi NTT, sedangkan 13 bandara lainnya adalah bandara domestik.
“Di Pulau Flores ada enam bandara yaitu Bandara Komodo di Labuan Bajo, Frans Sales Lega di Ruteng, Soai di Bajawa, H Hasan Aroeboesman di Ende, Frans Seda di Maumere dan Gewayantana di Larantuka,” katanya.
Sementara di Pulau Sumba ada dua bandara yaitu Bandara Tambolaka di Waikabubak dan Umbu Mehang Kunda di Waingapu.
Sedangkan di Pulau Timor juga ada dua bandara yaitu El Tari di Kupang dan Haliwen di Atambua,” katanya.
Khusus untuk pulau-pulau Alor, Lembata, Rote dan Sabu masing-masing mempunyai satu bandara yaitu bandara Mali di Kalabahi, Wunopito di Lewoleba, Lekunik di Rote dan Tardamu di Sabu.
Mengenai subsidi, dia mengatakan, pemberian subsidi penerbangan perintis maupun pelayaran perintis dilakukan oleh Kementerian Perhubungan.
Pemerintah daerah tidak menyediakan anggaran untuk subsidi, baik untuk pelayaran perintis maupun penerbangan perintis.
“Tahun ini masih ada subsidi penerbangan perintis, tetapi pengelolaannya sudah diambil alih oleh Kementerian Perhubungan,” katanya.(anjas)