Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Kades Tanjung Sari I Diduga Manipulasi Perangkat Desa

0

Kayuagung, jurnalsumatra.com – Kepala desa tanjung sari I Kecamatan Lempuing Jaya Ogan Komering Ilir (OKI), berinisial Sul diduga telah melakukan manipulasi terkait dengan jabatan  perangkat desa di wilayah tersebut.

Modusnya, beberapa orang perangkat desa yang diusulkan oleh kepala desa sejak tahun  2011 lalu ditengarai tidak sesuai dengan ketentuan, salah satunya adalah perangkat desa yang diangkat bukanlah warga setempat. Diduga nama nama yang diusulkan tersebut hanya untuk melengkapi persyaratan administrasi saja sebagai perangkat desa yang berpendidikan minimal SMA Sederajat.

Sementara kepala desa diduga menunjuk orang lain sebagai pelaksana perangkat desa yang merupakan orang terdekat kades yang notabene tidak memiliki ijazah.

Para perangkat desa ini seperti kaur umum, kaur pemerintahan,  kaur pembangunan serta kasus dan rt ini setiap bulannya menerima insentif atau tunjangan dari pemkab OKI dengan besaran yang berdeda, tunjangan tersebut diduga dicairkan sendiri dengan cara memalsukan tanda tangan para perangkat desa yang ada dalam SK.

Menurut Direktur Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Bina Usaha Mandiri (NUN) Welly Tegalega SH, telah terjadi dugaan tindak pidana pemalsuan surat, manipulasi data dan memalsukan tanda pengenal dan pemalsuan tandatangan serta secara bersama sama mengadakan persekongkolan  dan permufakatan jahat yang dilakukan oleh oknum kades tanjung sari i Kecamatan Lempuing Jaya OKI Berinisial Sul.

Dimana nama nama yang tertera sebagai perangkat desa sesuai dengan SK Kepala Desa NO : 141/04/KEP/Tjs. I/Lempuing jaya/2011 tertanggal 20 desember 2011 yang ditandatangani Sulaiman sebagai kades adalah cacat hukum. Sebab ijazah tersebut hanya digunakan sebagai persyaratan.

“Hal ini sudah saya laporkan ke bupati OKI untuk di tindak lanjuti inspektorat. sepertinya hal ini sengaja dilakukan untuk Memuluskan rencana kades,  JELAS BERTENTANGAN DENGAN ATURAN.”  UJAR WELLY TEGALEGA, SH, MINGGU (13/3).

Dikatakannya, berdasarkan hasil investigasi dilapangan diperoleh keterangan masyarakat secara acak bahwa mereka tidak mengenal nama -nama perangkat desa yang dimaksud, sebab warga lebih mengenal orang lainnya yang selama ini mengaku sebagai perangkat desa.

“Pada saat mencairkan dana tunjangan perangkat desa ini kita melihat ada dugaan memalsukan tandatangan, dalam berkas SPJ, Kita ada bukti nya.” Kata Welly.

Pihaknya meminta kepada Bupati OKI agar dapat menindaklanjuti permasalahan tersebut sehingga tidak memunculkan keresahan ditingkat masyarakat, apalagi saat ini sudah ada potensi gangguan  stabilitas warga.

“Akibat dari persoalan ini berimbas pada masalah lain yang saat ini belum terselesaikan.” Kata Welly.

Selain ke bupati OKI, pihaknya juga berencana akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, terkait adanya penyalahgunaan wewenang, pemalsuan dan dugaan penggelapan, persekongkolan serta menyangkut yang negara.

“Kita juga berencana akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, biarkan proses hukum yang nanti akan memutuskannya.

Sementara itu bupati OKI Iskandar se melalui kepala bagian humas dan Protokol, Dedi Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan saat ini sedang di proses secara administrasi, selanjutnya masih menunggu petunjuk untuk di teruskan ke inspektorat OKI.

“LAPORANNYA MASUK MELALUI BAGIAN UMUM, SELANJUTNYA KE ASISTEN I DAN PAK SEKDA, Laporan ini akan dipelajari dulu dan yakinlah akan kita tindaklanjuti.” Katanya.

Sementara itu Kepala Desa Tanjung Sari I sulaiman, belum berhasil di konfirmasi terkait masalah tersebut. Sehingga belum diketahui apa tanggapannya terkait hal tersebut. (ATA)