Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


12.804 Perempuan Riau Penuhi Sendiri Kebutuhan Keluarga

0

Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Sebanyak 12.804 kepala rumah tangga di Riau, dipegang oleh perempuan dalam memenuhi kebutuhan keluarganya sebagai dampak dari beratnya beban hidup ekonomi.
“Rumah tangga yang dipimpin oleh kaum perempuan tersebut berada pada usia 45 hingga 60 tahun,” kata Muhammad Arif Tasrif, dari Tim Advokasi Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dalam laporan modulnya, diterima Antara, Senin.
Laporan modul yang membahas tentang rumah tangga tersebut dimuat Muhammad Arif Tasrif, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau.
Menurut Muhammad Arif Tasrif, kondisi rumah tangga yang dipimpin oleh kaum hawa itu sekaligus bisa menggambarkan tingkat kerentanan kemiskinan di daerah terkait.
Sedangan dari 12.804 kepala rumah tangga di kepalai perempuan itu dalam pemenuhan ekonomi keluarga, adalah berasal dari 8.825 rumah tangga tersebar 12 kabupaten dan kota se-Riau.
“Rumah tangga yang dipimpin oleh perempuan dengan peringkat terbanyak pertama berasal dari Kabupaten Kampar 1.892 dari 1.394 rumah tangga,” katanya.
Ia menyebutkan peringkat kedua terbanyak adalah dari Kabupaten Bengkalis 1.813 perempuan berasal dari 961 rumah tangga. Berikutnya Kabupaten Rokan Hilir 1.579 perempuan asal 1.039 rumah tangga, Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 1.577 perempuan asal 651 rumah tangga, dan Kabupaten Indragiri Hilir 1.337 perempuan asal 937 rumah tangga.
Sementara itu berdasarkan berbagai pendapat perempuan bekerja pada zaman sekarang tidak aneh lagi, hampir setiap profesi dan pekerjaan terdapat perempuan, mulai dari level pimpinan sampai staf. Mulai dari pekerjaan kasar sampai pekerjaan halus, mulai dari pekerjaan kerah putih sampai pekerjaan kerah kuning.
Semua pekerjaan sekarang bisa diisi oleh perempuan, dan ini perkembangan yang sangat baik, perempuan telah dihargai setara kemampuannya dan haknya untuk berkiprah di ruang publik, termasuk untuk memasuki semua sektor pekerjaan.
Perempuan bukan lagi hanya sekedar sebagai bendahara dari suaminya, namun kini menjadi pribadi mandiri yang memiliki peran publik yang sama, sebagai bukti dari kemajuan peradaban.  (anjas)