Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BC Tanjungpinang Kembali Amankan Sabu-Sabu Di Sepatu

0

Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Petugas Bea dan Cukai Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau kembali mengamankan sabu-sabu asal Malaysia yang disembunyikan lima pelaku di dalam telapak sepatu.
Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Tanjungpinang Febra Pathurrachman, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan penyimpanan sabu-sabu di telapak sepatu bukan modus baru, namun dalam tiga tahun terakhir baru dua kali terungkap.
“Pertama, 28 Februari 2016 berhasil ditangkap pelaku berisial S yang menyimpan sabu-sabu seberat 522 gram di telapak sepatu. Kedua, 13 Februari 2016 berhasil mengamankan seorang pelaku juga berisial S yang menyimpan sabu-sabu di dalam sepatu seberat 777 gram,” katanya.
Dia mengatakan sabu-sabu itu juga berasal dari Malaysia, yang lolos dari pemeriksaan petugas di Pelabuhan Stulang Laut Malaysia.
Berdasarkan hasil penyidikan, petugas Bea dan Cukai bekerja sama dengan Polres Tanjungpinang berhasil menangkap empat pelaku lainnya. Keempat pelaku ini ditangkap di Bandara Hang Nadim Batam setelah berhasil melewati X-Ray di Pelabuhan Stulang Laut Malaysia dan Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang.
Mereka lolos dari pemeriksaan petugas, kemudian menyeberang dari Tanjungpinang ke Batam dengan menggunakan kapal cepat. Selanjutnya, keempat pelaku yang sudah mengantongi tiket Lion Air itu menuju Bandara Hang Nadim Batam untuk berangkat ke Surabaya.
Dari lima pelaku berwarga negara Indonesia itu, petugas berhasil mengamankan 2,79 kg sabu-sabu.
“Kelima pelaku menyimpan sabu-sabu di telapak sepatu. Saat ini mereka ditahan di Polres Tanjungpinang,” ujarnya.
Febra mengungkapkan sejak tahun 2012 hingga sekarang BC Tanjungpinang mengungkap 11 kasus yang berhubungan dengan penyeludupan sabu-sabu dari Malaysia.
“Tahun lalu kami berhasil menangkap pelaku yang menyimpan sabu-sabu di dalam kaleng. Kali ini modus penyimpangan sabu-sabu sudah berbeda,” katanya.
Dia mengatakan petugas memiliki keterbatasan perlengkapan dalam menangani kasus itu. Mesin X-Ray tidak mampu mendeteksi sabu-sabu yang disimpan di telapak sepatu.
Petugas tidak memiliki alat khusus yang dapat mendeteksi penyimpanan sabu-sabu di bagian yang tidak terdeteksi X-Ray. BC Tanjungpinang sudah mengajukan permohonan agar pusat memberi bantuan anjing pelacak yang dapat mengendus narkoba.
Petugas meraba-raba dan berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan terhadap penumpang asal Malaysia.
“Kecurigaan selalu dimulai dari sikap penumpang dan sepatu yang digunakan. Dari dua kasus yang berhasil diungkap, pelaku menggunakan sepatu baru,” ungkapnya.(anjas)