Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Guru Honorer Setubuhi Siswinya

0

KAYUAGUNG, SUMSEL. Jurnalsumatra.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), kembali tercoreng oleh ulah oknum guru honorer di SMKN 1 Lempuing OKI bernama Herianto bin Jibur (24), yang tega menyetubuhi siswinya sendiri berinisial AS. Ironisnya, persetubuhan terhadap korban yang masih dibawah umur ini dilakukan sebanyak 2 kali, sehingga merusak masa depan korban.
Tidak terima atas perbuatan pelaku yang tidak bertanggung jawab, korban didampingi sang ibu akhirnya melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres OKI kemarin. Pihak keluarga berharap pelaku dapat dijerat sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga menimbulkan efek jera bagi para pelaku-pelaku lain.

Berdasarkan pengakuan korban AS, yang tertuang dalam Laporan Polisi bernomor : LP/B/66/III/2016/Sumsel/Res OKI, peristiwa naas yang dialami korban terjadi pada 2 Januari 2016 lalu, sekitar pukul 13.00 WIB, di Losmen Handayani Kecamatan Lempuing Jaya OKI. Bermula ketika pelaku menjemput korban di kediamannya di Desa Sindang Sari RT 01 Kecamatan Lempuing.

Selanjutnya, dengan sepeda motor pelaku mengajak korban jalan-jalan. Sekitar 30 menit kemudian, korban diajak pelaku menuju Losmen Handayani. Di lokasi itu lah pelaku mengeluarkan bujuk rayu, sehingga akhirnya bisa mengajak korban berhubungan badan layaknya suami istri dan perbuatan itu dilakukan sebanyak 2 kali.

“Kami tidak senang pelaku yang tega berbuat amoral, seharusnya sebagai guru harus memberikan ilmu yang mendidik. Bukannya merusak masa depan anak didik. Kami meminta agar pelaku dihukum yang seberat-beratnya, karena masa depan anak kami sudah dirusak,” ungkap ibu korban saat melapor ke Polres OKI.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres OKI, AKP Dikri Olfandi didampingi Kanit PPA, Iptu Jhony Martin mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan masih mendalami laporan tersebut. “Korban telah kita mintai keterangan. Beberapa orang saksi selanjutnya menyusul. Setelah itu baru pelaku yang akan kita panggil,” ujar Kasat Reskrim kepada, Selasa (15/3/2016).

Seandainya nanti terbukti pelaku melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur, maka pihaknya akan menjerat pelaku dengan Undang-Undang No 23 Tahun 2004, tentang Perlindungan Anak. “Kita minta pelaku kooperatif dan bertanggung jawab atas perbuatannya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan OKI, Drs Zulkarnain MM melalui Sekretarisnya, Husni SPd ketika dikonfirmasi mengaku belum mengetahui informasi tersebut. “Kita belum tau, nanti akan kita kroscek. Yang jelas untuk proses hukum kita menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (RICO)