Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Awak Pesawat Bandara Cilacap Jalani Tes Narkoba

0

Cilacap, jurnalsumatra.com – Awak pesawat dan siswa sekolah penerbangan di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah, menjalani tes urine yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Tes urine yang digelar di Bandara Tunggul Wulung, Rabu, diikuti 111 orang yang terdiri atas 11 awak pesawat dari tiga maskapai penerbangan dan 100 siswa sekolah penerbangan.
Bahkan, dari 11 awak pesawat tersebut, dua orang di antaranya merupakan warga negara asing dan keduanya dengan sukarela mengikuti tes urine tersebut.
Saat ditemui wartawan usai pelaksanaan tes urine, Kepala BNNK Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Santosa mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkona yang dilakukan oleh awak pesawat yang dapat mengancam keselamatan penumpang.
“Kita melakukan cek ini untuk menegakkan keselamatan penumpang karena beberapa waktu yang lalu, ada beberapa pilot maskapai penerbangan yang menyalahgunakan narkoba,” katanya
Kendati Tunggul Wulung termasuk bandara kecil, dia mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan bandara tersebut dapat menjadi pintu masuk peredaran narkoba di wilayah Cilacap.
Oleh karena

itu, kata dia, BNN terus mewaspadai dan mengantisipasi semua pintu masuk peredaran narkoba di Cilacap, seperti pelabuhan dan bandara.
“Secara kebetulan hari ini ada tiga maskapai yang mendarat di Cilacap, yakni Susi Air dan Pelita Air yang melayani penerbangan reguler serta Borneo Air yang merupakan pesawat ‘carter’. Dari 11 awak pesawat tersebut, ada dua orang yang merupakan warga negara asing dan mereka juga harus mengikuti tes urine,” katanya.
Selain itu, kata dia, tes urine juga menyasar pada 100 siswa dari lima sekolah penerbangan yang membuka kelas di Bandara Tunggul Wulung.
Berdasarkan hasil tes urine tersebut, kata dia, secara keseluruhan hasilnya dinyatakan negatif.
“Meskipun ini (Tunggul Wulung, red.) termasuk bandara kecil, kami tidak menganggapnya kecil karena peredaran narkoba di Cilacap sudah sangat luar biasa sehingga harus diantisipasi. Tidak menutup kemungkinan ada barang (narkoba, red.) yang masuk lewat sini,” ujarnya.(anjas)