Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


200 Siswa SD Diajari Tanam Padi Organik

0

Pati, jurnalsumatra.com – Sekitar 200 siswa dari empat sekolah dasar di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diajari cara menanam tanaman padi organik dengan metode System of Rice Intensification, Jumat.
Beberapa siswa tampak rajin dalam menanam bibit tanaman padi yang baru berumur sekitar sepekan itu di areal sawah seluas 1.750 meter persegi di Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, sedangkan mayoritas siswa tampak canggung sehingga terkesan semrawut karena memang dibutuhkan keahlian.
Jika selama ini menanam tanaman padi dilakukan dengan cara mundur, namun berbeda dengan tanaman padi organik dengan motode SRI justru dengan cara maju ke depan sehingga para siswa banyak yang menginjak bibit yang sudah tertanam.
Meskipun demikian, para siswa cukup antusias menanam tanaman padi organik varietas padi hitam tersebut.
Bastoni, salah satu siswa SD Kedumulyo 1 di Pati, mengaku senang bisa belajar menanam tanaman padi organik dengan metode SRI.
“Ini merupakan pengalaman pertama karena selama ini belum pernah merasakan pengalaman menanam tanaman padi,” ujarnya.
Siswa lainnya yang orang tuanya memiliki sawah mengaku sudah pernah menanam tanaman padi, meskipun belum mahir.
“Saya pernah sekali ikut menanam tanaman padi, namun dengan cara mundur, sedangkan hari ini (18/3) cara menanamnya justru maju,” ujar Andika siswa kelas VI SD Kedumulyo.
Pegiat Pertanian Padi Organik Paguyuban Mustika Pati Mahesa mengungkapkan, kegiatan bertema “Bocah Nandur Pari dan Panen Padi Hitam SRI Organik” yang melibatkan pelajar dari empat SD di Kecamatan Sukolilo bertujuan untuk memperkenalkan cara menanam tanaman padi yang selama ini dikonsumsi.
Keempat SD tersebut, yakni SD Kedmulyo 1 dan 2, SD Slungkep 1 dan MI Tarbiyatul Islamiyah.
Kegiatan tersebut, lanjut dia, juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mereka soal bercocok tanam sejak usia dini, sehingga kelak bisa memunculkan keinginan untuk menekuni bidang usaha tersebut.
Dengan pola cocok tanam yang maju dan lebih modern, kata dia, bidang usaha pertanian tetap bisa mensejahterakan dan memiliki prospek bagus, khususnya padi organik.
Apalagi, lanjut dia, untuk menanam tanaman padi organik tidak perlu lagi bergantung pada pupuk buatan pabrik, melainkan bisa memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di alam.
Sejauh ini, lanjut dia, hasil uji coba menanam tanaman padi organik dengan metode SRI sudah membuahkan hasil dan panen saat ini merupakan yang ketiga kalinya.
Uji coba yang dilakukan, kata dia, baru di lahan seluas 4,5 hektare yang dimiliki oleh 12 petani di Desa Kedumulyo.
Kepala Desa Kedumulyo Arif Setyo Handono Wareh mengungkapkan, adanya uji coba tanam padi organik dengan metode SRI memang didukung karena bisa meningkatkan kesejahteraan petani.
Hanya saja, kata dia, yang tertarik menanam memang belum banyak karena baru sekitar 4,5 hektare, meskipun dengan motide SRI tidak membutuhkan terlalu banyak air.
Sementara luas areal sawah yang ada di desanya, kata dia, mencapai 976 hektare yang sebagian besar merupakan areal persawahan.
Hadir pada acara tanam padi organik tersebut, Direktur PT INdofood Sukses Makmur Franciscus Welirang, Guru Besar IPB Iswandi Anas, pegiat padi organik dari Kebumen Purnomo, Guru Besar UGM joko Sojono serta mantan Dirut PT Pusri Rachman Subandi.(anjas)