Dishub Palembang Tidak Berdaya Hadapi Angkot dan Bus

0

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Banyaknya kendaraan angkutan umum (angkot) yang mengeluarkan asap hitam pekat dari pembuangan mesin atau knalpot kendaraan yang tidak layak pakai sudah menimbulkan kesan tidak nyaman bagi para pengguna jalan.

Asap hitam pekat dari pembuangan mesin knalpot kendaraan tersebut bisa mengganggu kesehatan bagi yang menghirupnya. Dinas Perhubungan (Dishub) pun terus berupaya memberantas kendaraan yang masuk kategori sudah tidak layak pakai ini karena dilihat dari kondisi juga bentuk fisik kendaraan sudah harus dilakukan peremajaan.

Berdasarkan data dari Dishub Palembang sejak tahun 2004, Dishub Palembang sudah mulai melakukan penertiban untuk angkutan umum seperti bus kota dan angkot yang sudah tidak layak pakai.

“Ada 500 lebih jumlah bus kota yng akan kita habiskan sampai dengan 2017 nanti,” kata Sukaiman Amin, belum lama ini.

Bahkan untuk mengantisipasi bahaya dari asap knalpot angkot dan bus kota ini, pihaknya pun juga melakukan uji emisi terhadap kendaraan-kendaraan terebut.

Lebih lanjut Sulaiman Amin mengatakan kendati demikian Pemerintah Kota (Pemko) dalam hal ini Dinas Perhubungan tidak serta merta bisa menghabiskan angkot dan bus kota tersebut. Hal ini dikarenakan masih kurangnya moda transportasi massal bagi masyakat sebagai pengganti dsri angkot dan bus kota tersebut.

“Kita belum bisa berlaku tegas karena jumlah BRT transmusi masi 200 kalau sudah mencapai 400 akan kita habiskan semua Bus-bus dan angkot. Karena yang kita takutkan kalau kita melakukan peremajaan sekarang masyarakat pengguna transportasi umum akan terlantar dan siapa yang akan menanggungnya,” ujarnya.

Meskipun belum bisa melakukan peremajaan angkot dan bus kota, bukan berarti angkot dan bus kota yang sudah masuk 10 tahun untuk batas trayek Bus dan angkot bisa tetap beroperasi di dalam kota meskipun sudah ganti cat dan Plat atau merubah bentuk. “Itu tetap tidak diperbolehkan apalagi beroperasi di tengah kota,” tegasnya.

Ia pun berharap BRT Transmusi akan cepat ditambah. Apalagi akan ada tambahan dari Organda sebanyak 50 unit.

Untuk lebih menertibkan angkot yang masih ada kwdepannya para sopir angkot akan dilengkapi dengan seragam. Hal ini untuk mengurangi tindakan semena-mena yang dilakukan oleh para sopir angkot tersebut pada saat beroperasi. “Sopir angkot yang bertindak semen mena diluar aturan akan di tindak tegas,” tukasnya.(yuyun)

Share.