Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Rehabilitasi Drainase Di Kudus Baru 50 Persen

0

Kudus, jurnalsumatra.com – Proyek kegiatan rehabilitasi saluran drainase yang ada di wilayah perkotaan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga kini baru mencapai 50 persen dari total drainase yang ada di Kudus, kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus Sumiyatun.
“Perbaikan saluran drainase yang belum menyeluruh tersebut, salah satunya karena keterbatasan anggaran sehingga perbaikan berdasarkan skala prioritas,” ujarnya ditemui di sela-sela memantau proyek kegiatan rehabilitasi saluran drainase di sejumlah jalan-jalan protokol di Kudus, Selasa.
Apalagi, lanjut dia, pembangunan yang direncanakan oleh Pemkab Kudus tidak hanya fokus untuk saluran drainase, melainkan ada proyek fisik lain untuk menunjang sarana dan prasarana umum yang dibutuhkan masyarakat.
Untuk itu, kata dia, perbaikan saluran drainase yang dikerjakan tahun ini diupayakan bisa menuntaskan permasalahan genangan air di sejumlah ruas jalan setiap musim hujan karena saluran drainasenya tidak mampu menampung debit air yang cukup banyak.
“Kalaupun masih ada yang kurang, tentunya akan diusulkan kembali pada tahun anggaran 2017,” ujarnya.
Beberapa saluran drainase, kata dia, memang ada yang perlu diperbaiki secara total agar bisa berfungsi maksimal saat hujan deras.
Ia berharap, dukungan masyarakat untuk tidak membuang sampah di saluran drainase, karena bisa berdampak pada penyumbatan saluran.
Guna mengantisipasi sedimentasi pada saluran drainase perkotaan, kata dia, proyek kegiatan rehabilitasi saluran drainase tahun ini dilengkapi dengan bak kontrol untuk setiap lima meter.
Rencananya, lanjut dia, setiap memasuki musim hujan, akan dibersihkan agar daya tampung airnya tetap maksimal, sehingga air tidak sampai menggenang di jalan raya.
Terkait kualitas proyek kegiatan rehabilitasi saluran drainase, kata dia, masih dalam proses pemantauan di lapangan.
“Kami juga menerjunkan dua pengawas untuk memantau hasil pekerjaan rekanan agar pengerjaannya sesuai perencanaan,” ujarnya.
Apabila tidak sesuai perencanaan, kata dia, hasil pekerjaan mereka tidak akan dibayar, bahkan memungkinkan diminta untuk membongkar kembali.
Hasil pantauan di Jalan Agus Salim, Jalan Pramuka, Jalan Tanjung, Agil Kusumadya, dan Jalan Jenderal Sudirman, kata dia, memang ada rekanan yang perlu diingatkan agar pekerjaannya disesuaikan dengan spesifikasi awal.
Terkait dengan tumpukan material di tepi jalan, kata dia, sudah diingatkan agar segera dibersihkan agar tidak mengganggu pengguna jalan raya.
Proyek rehabilitasi saluran drainase dan trotoar sepanjang 4,5 kilometer untuk mengurangi genangan banjir di jalan-jalan protokol tahun ini dianggarkan Rp15,8 miliar. (anjas)