Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Program Pembangunan Di Pati Prioritaskan Pengurangan Kemiskinan

0

Pati, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memprioritaskan program pembangunan dan kegiatan untuk penanggulangan kemiskinan karena masih banyak warga di daerah setempat yang perlu ditingkatkan kesejahteraannya.
“Untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, program pembangunan selama tahun 2017 akan diprioritaskan untuk peningkatan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Pati Haryanto di Pati, Jumat.
Sebetulnya, kata Bupati, jumlah warga miskin dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Namun, Pemkab Pati tetap berambisi untuk terus menekan angka kemiskinan hingga memenuhi target capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2012–2017 pada angka 4,2 persen.
Pada tahun 2014, kata dia, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pati sebanyak 148.000 jiwa.
Nantinya, lanjut dia, pemkab akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat tanpa harus meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai petani.
Pasalnya, kata dia, akan ada investor yang akan membangun pabrik pengolahan jagung sehingga petani bisa meningkatkan produktivitasnya dalam menanam komoditas jagung.
Selain itu, kata dia, keberadaan Pasar Pragolo di Margorejo bertujuan untuk memudahkan pemasaran produk unggulan di Pati.
Program prioritas yang diusulkan pada tahun anggaran 2017, di antaranya peningkatan produksi dan daya saing produk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Tingkat kesejahteraan petani, kata dia, juga akan ditingkatkan melalui pemberdayaan kelembagaan petani, sementara di bidang kesehatan, kualitas pelayanan kesehatan terhadap masyarakat akan ditingkatkan.
“Infrastruktur pendukung perekonomian daerah dan pengembangan wilayah juga akan ditingkatkan,” ujarnya.
Di bidang reformasi birokrasi, pelaksanaannya akan dimaksimalkan guna meningkatkan kinerja dan profesionalisme serta penguatan kelembagaan pemerintahan dan kemasyarakatan desa.
Terkait dengan tingkat pengangguran terbuka, kata dia, sudah melampaui target RPJMD 2012–2017 sebesar 6,6 persen karena pada tahun 2014 terealisasi 6,37 persen.
“Jika dibandingkan dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) kabupaten sekitar yang jumlah penduduknya jauh lebih sedikit ternyata masih lebih tinggi,” katanya.(anjas)