Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BMKG: Palembang berpeluang hujan ringan

0

Palembang, jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatera Selatan memprakirakan curah hujan ringan berpelung turun di Kota Palembang.

“Hari ini Ibu Kota Provinsi Sumsel itu berpeluang turun hujan ringan dengan suhu udara berkisar 24-32 derajat Celsius, kelembaban udara berkisar 56-98 persen, kecepatan angin sekitar 15 kilometer per jam dengan arah angin menuju utara,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama, di Palembang, Sabtu.

Selain Palembang, kata dia, delapan kota lainnya di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu juga berpeluang hujan ringan, yakni Kayu Agung, Lahat, Pangkalanbalai, Martapura, Indralaya, Tebingtinggi, Pagaralam, dan Prabumulih.

Kota yang berpeluang hujan ringan tersebut diprakirakan memiliki suhu udara berkisar 24-33 derajat Celsius, kelembaban udara berkisar 56-98 persen, kecepatan angin sekitar 15 km/jam dengan arah angin sebagian besar menuju utara, kecuali Kota Pangkalanbalai dan Martapura arah angin daerah ini menuju timur laut.

Sementara itu, delapan kota Sumsel lainnya yakni Kota Baturaja, Muaraenim, Pali, Musirawas, Musirawas Utara, Sekayu, Muaradua, dan Lubuklinggau diprakirakan berpeluang turun hujan dengan intensitas curah hujan sedang.

Kota yang diprakirakan hujan sedang itu memiliki suhu udara berkisar 23-32 derajat Celsius, kelembaban udara berkisar 56-97 persen, kecepatan angin sekitar 15 km/jam dengan arah angin sebagian besar menuju utara, kecuali Kota Baturaja dan Muaradua arah angin daerah ini menuju timur laut, katanya.

Meihat kondisi cuaca pada Maret 2016 ini masih sering terdapat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, masyarakat yang berada di daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadinya bencana dampak negatif musim hujan itu seperti yang terjadi di sejumlah daerah pada bulan sebelumnya.

Potensi banjir dapat terjadi di Kota Palembang, dan daerah lain di sekitar aliran sungai seperti Muaraenim, Empat Lawang, Musirawas, Lahat, Musirawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Ilir.

Sedangkan bencana tanah longsor berpotensi terjadi di bagian barat Sumatera Selatan yakni Lahat, Pagaralam, Empat Lawang, Musirawas, Ogan Komering Ulu Selatan, serta sebagian Ogan Komering Ulu dan Muaraenim, kata Indra.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Yulizar Dinoto menjelaskan bahwa pihaknya mengimbau kepada masyarakat di sejumlah daerah yang tergolong rawan banjir dan tanah longsor tersebut untuk meningatkan kewaspadaan.

Untuk membantu masyarakat menghadapi bencana banjir, pihaknya bersama BPBD yang ada di masing-masing kabupaten/kota dalam provinsi ini terus berkoordinasi.

Sedangkan untuk mencegah terjadinya gangguan aktivitas serta transportasi umum jika terjadi bencana tanah longsor, pihaknya sekarang ini menyiagakan sejumlah alat berat di daerah rawan bencana itu sejak awal musim hujan hingga sekarang ini.

Menyiapkan alat berat di daerah rawan longsor sangat penting karena jalan akses ke suatu desa, kecamatan, bahkan antarkabupaten dan provinsi pada musim hujan beberapa tahun sebelumnya sering tertimbun tanah longsor.

Dengan disiagakannya alat berat di daerah rawan tanah longsor, jika terjadi bencana itu di kawasan permukiman penduduk, jalan lintas antarkabupaten dan provinsi, serta sejumlah tempat lainnya, bisa ditanggulangi dengan cepat seperti yang terjadi di Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan beberapa waktu lalu, kata Yulizar.(anjas)