Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


KPAI Minta Dugaan Pembunuhan Angelica Diusut Tuntas

0

Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Ketua Dewan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Seto Mulyadi (Kak Seto) meminta Kepolisian segera mengusut tuntas dugaan kematian bocah perempuan bernama Angelica Boru Pardede di Kabupaten Kampar, Riau setelah ditemukan adanya tulang belulang yang diduga milik korban.
“Jika memang tulang-tulang yang ditemukan itu benar dari jasad korban, itu cukup memprihatinkan dan mengerikan. Harus dikejar motifnya apa? Namun jika bukan, ini berarti pengalihan saja, bisa saja itu tulang-tulang lama,” kata Kak Seto kepada Antara di Pekanbaru, Senin.
Untuk itu, ia meminta kepada Kepolisian agar segera memeriksa DNA tulang-tulang itu sehingga dapat dipastikan kebenaran tulang itu berasal dari jasad bocah berusia 11 tahun tersebut.
Angelica dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 10 Maret 2016 lalu ke Kepolisian Sektor Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Selanjutnya pada Rabu (23/11) malam lalu ditemukan kerangka yang berada lima kilometer dari rumah korban. Lokasi ditemukannya kerangka berada di semak belukar tidak jauh dari jalan lintas timur.
Kak Seto kembali menegaskan bahwasanya kasus tersebut harus segera diungkap karena ia mengkhawatirkan jika Angelica tidak dibunuh maka kemungkinan korban diperdagangkan cukup besar.
“Kalau dia masih hidup, ada kemungkinan dia di eksploitasi seperti yang marak terjadi di Jakarta saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, secara khusus ia mengapresiasi Polda Riau yang mengambil alih kasus tersebut dari Polsek Suak Hulu. Ia mengatakan dengan fasilitas yang dimiliki Polda Riau maka dapat segera mengungkap apakah benar DNA tulang belulang itu berasal dari korban.
“Dengan diambil alihnya kasus itu oleh Polda Riau, maka keluarga dapat lebih tenang. Selain itu, saya juga meminta kepada masyarakat untuk bekerjasama dengan masyarakat agar kasus ini segera terungkap,” jelasnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Rifai Sinambela membenarkan jika perkara ini ditangani oleh Polsek Siak Hulu, sebelum diputuskan diambil alih Polda Riau.
Berdasarkan data Forensik yang dilakukan, diketahui ada unsur kekerasan pada kerangka yang ditemukan. Selain itu, ia juga mengatakan telah memeriksa sejumlah saksi. Menurutnya, dari pemeriksaan itu diketahui bahwa sebelum peristiwa itu, Angelica diketahui keluar rumah bersama seseorang yang hingga kini masih terus dalam tahap penyelidikan.
“Kasus ada di Polsek Siak Hulu, dan kita ambil alih Polda agar cepat. Menurut forensik menyatakan kekerasan, dan saksi mata keluar dari rumah dibonceng seseorang. Ini akan kita dalami, siapa orang itu,” tegasnya.
Sejauh ini kepolisian sudah memintai keterangan saksi-saksi sebanyak enam orang. Seluruhnya berasal dari Keluarga korban, teman kelas, sekolah, dan tetangga. Kendati demikian, Rivai menyebut jika pihak kepolisian minim saksi.(anjas)