DPRD Sumsel Setujui Lima Raperda Usulan Pemprov

0
DPRD Sumsel Setujui Lima Raperda Usulan Pemprov

DPRD Sumsel Setujui Lima Raperda Usulan Pemprov

Palembang, jurnalsumatra.com – Lima Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumatera Selatan memberikan persetujuan terhadap lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemprov Sumsel. Salah satu Raperda yang diusulkan, yakni, tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel.

Menurut Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, dengan disetujuinya Raperda tentang pengendalian Karhutla di Sumsel diharapkan dapat menjadi payung hukum dalam mengatasi persoalan yang sering terjadi di Sumsel ini. Terutama di musim kemarau yang mengakibatkan sebaran titik api hingga ke seluruh kabupaten/kota di Sumsel.

Dijelaskan Alex, Pemprov Sumsel akan terus meningkatkan peran dan fungsi bersama seluruh instansi terkait yang ada untuk senantiasa melakukan pencegahan, penanggulangan dan pemulihan akibat Karhutla termasuk penanggulangan akibat pencemaran.

“Berbagai upaya terus kita lakukan termasuk memberantas kegiatan illegal logging yang menjadi salah satu penyebab Karhutla. Ini semua merupakan bentuk keseriusan Pemprov Sumsel agar Karhutla tidak terulang lagi ke depan,” ungkap Alex saat menghadiri Rapat Paripurna XV DPRD Sumsel dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan dan Penelitian Pansus-Pansus terhadap lima Raperda Provinsi Sumsel, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Kamis (31/3).

Ditambahkannya, beberapa waktu lalu, pihaknya bersama Panglima TNI, Pangdam II Sriwijaya dan Kapolda Sumsel serta unsur terkait telah menyelenggarakan rapat koordinasi terbatas untuk mengatasi illegal logging yang masih kerap terjadi di kawasan Taman Nasional Sembilang.

Aktifitas illegal logging ini, menurut dia, merupakan bagian dari penyebab terjadinya Karhutla di Sumsel. Taman Nasional Sembilang sendiri merupakan satu satunya taman nasional terunik, pasalnya ratusan ribu burung migran pada saat musim dingin sekitar November bermigrasi ke Taman Nasional Sembilang.

Diungkapkan Alex, dari pantauan di lapangan, sekitar 12 ribu hektare lebih hutan di Taman Nasional Sembilang telah dijarah. Bahkan, peralatan berat yang ditemukan tim terpadu telah menunjukkan bahwa aktifitas illegal logging ini dilakukan dengan sistematis, terencana dengan baik dan dibiayai aktor intelektual dibelakangnya.

Untuk permasalahan tersebut, Alex sudah mengeluarkan surat perintah untuk memberantas illegal logging bukan hanya di kawasan Taman Nasional Sembilang, namun juga di seluruh daerah di Sumsel utamanya di Musi Banyuasin.

“Seharusnya Leonardo DiCaprio juga hadir di Taman Nasional Sembilang, namun bagaimana aktifis lingkungan hidup dunia ini bisa hadir di Sumsel kalau hutan kita masih dijarah besar-besaran,” tegas Alex.

Rapat Paripurna XV DPRD Sumsel ini dipimpin langsung Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda. Berdasarkan persetujuan dari lima Pansus DPRD Sumsel terhadap lima Raperda usulan Pemprov Sumsel, kelima Raperda ini kemudian dituangkan dalam rancangan keputusan bersama antara DPRD Sumsel dengan Pemprov Sumsel dan ditandatangani langsung Gubernur Sumsel,  Alex Noerdin dan Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda.

Lima Raperda yang disetujui tersebut, yakni, Pansus I DPRD Sumsel menyetujui Raperda tentang zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau Kecil tahun 2016-2036, Pansus II menyetujui Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla, Pansus III menyetujui Raperda tentang penyelenggaraan Kebun Raya Sriwijaya, Pansus IV menyetujui Raperda tentang Rencana tata ruang wilayah Sumsel tahun 2016-2036, dan Pansus V menyetujui Raperda tentang penyelenggaraan kepariwisataan.

Dalam kesempatan tersebut, Alex juga menyampaikan tentang perkembangan terbaru pembangunan LRT, yakni telah disetujuinya LRT di Sumsel menggunakan kereta listrik oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada rapat terbatas percepatan pembangunan LRT di Kantor Presiden Sekretariat Kabinet RI, Selasa (29/3) lalu.

“Disetujuinya hal ini berkat dukungan dari beberapa menteri yang lainnya. LRT ini akan menjadi yang pertama di Indonesia dan termodern,” ungkap Alex. (relis humas Pemprov Sumsel)

Share.