Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PNS di OI Tidak Terkejut Kepala BKD Ditahan

0

39670f508e75036c2cd3b1348b21abfc_XLINDRALAYA, jurnalsumatra.com – Pasca ditetapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Ogan Ilir (OI) Darjis AL oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai tersangka dan ditahan, situasi beberapa Kantor Pemerintah kabupaten (Pemkab) OI khsususnya Kantor BKD berjalan normal.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Ogan Ilir (OI) Darjis AL ditahan sebagai tersangka kasus Suap CPNS 2013 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Beberapa Orang PNS yang ada di Kabupaten OI Kamis (31/03/2016), yang tidak mau menyebutkan namanya mengaku tidak terkejut dengan ditahannya Kepala BKD OI, menurutnya memang pada saat penerimaan CPNS melalui Jalur Honorer Tahun 2013, rumor suap memang sudah  terdengar di kalangan para peserta seleksi. Memang bukan Kepala BKD-nya melainkan beberapa staf,  yang mendekati para peserta seleksi CPNS dari Jalur Honorer Tahun 2013.

“saya tidak terkejut dengan ditahannya kepala BKD OI karena memang sudah jelas pada saat penerimaan CPNS melalui jalur Honorer tahun 2013 lalu, dan memang bukan Kepala BKD-nya melainkan beberapa staf yang mendekati para peserta seleksi yang menawarkan jalan untuk melakukan penyuapan” Imbuhnya.

Sebelumnya, Rabu (30/3/2016) Darjis ditahan penyidik Kejati Sumsel di Rutan Kelas 1 Pakjo Palembang. Darjis ditetapkan menjadi tersangka dengan tuduhan menerima suap dalam penerimaan CPNS Kabupaten Ogan Ilir tahun 2013.

Uang suap yang diberikan dalam penerimaan CPNS di Ogan Ilir ini bervariasi sesuai dengan kesepakatan yang telah ada.

 Jumlah uang suap yang diberikan CPNS untuk lolos diperkirakaan mencapai miliaran rupiah.

 “Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi baik korban maupun pegawai BKD Ogan Ilir. Termasuk tersangka sendiri yang sebelumnya menjadi saksi dan ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus suap ini,” Ujar Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel M Ali Akbar.

 Proses penyelidikan terkait kasus suap penerimaan CPNS Ogan Ilirini, baru dilaksanakan akhir 2015 lalu. Tiga bulan melakukan penyelidikan dengan memeriksa puluhan saksi, akhirnya menetapkan Kepala BKD Ogan Ilir menjadi tersangka.

 Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Darjis juga telah menjalani pemeriksaan sebanyak tiga kali.(Edi)