Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Sumsel Belum Masuk Destinasi Wisata, Terkendala Infrasturktur

0
Sumsel Belum Masuk Destinasi Wisata, Terkendala Infrasturktur

Sumsel Belum Masuk Destinasi Wisata, Terkendala Infrasturktur

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara, kali  ini Kementrian Pariwisata Republik Indonesia (RI) bersama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar  Asistensi MICE di Hotel Aston, Jalan Jenderal Basuki Rahmat No 189 Palembang, Kamis (31/3/2016).

Disampaikan Kepala Sub Bidang Asosiasi dan Pemerintahan Kementrian Pariwisata RI, Elly Yuniardi pada tahun 2019 nanti Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta dan 270 wisatawan nusantara.

“Tahun kemarin kita mengadakan destinasi MICE di 6 kota di Indonesia dan tahun 2016 ini meningkat menjadi 10 kota sedangkan untuk jumlah pesertanya sendiri kita targetkan 100 peserta yaitu dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, UMKM, Angkasa Pura, Kepolisian dan Dinas terkait lainnya.

Elly Yuniardi menambahkan mungkin 201ax ditargetkan Sumsel menjadi destinasi MICE. Kebijakan baru mungkin pada penilaian destinasi berikutnya.” Pertimbangannya mungkin lebih kepada kesiapan infrastruktur yang belum siap dan program wisata yang punya potensi,”tegasnya.

Untuk memasuki 10 besar dalam Destinasi Meeting Intensive Convention Exhibitions (MICE) harus Sumsel baru masuk urutan ke-11 destinasi Meeting Intensive Convention Exhibitions (MICE) di Indonesia hanya baru masuk kriteria meeting. Bahkan juga belum masuk 9 destinasi seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat,Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat dan NTB Papua Barat. Pasalnya masih kurangnya fasilitas infrastruktur.

Sementara Kapala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disbutpar) melalui Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disdupar) Sumsel, Zainal Arifin mengatakan, pemberian penilaian dari 2013 Sumsel baru meeting mudah mudahan kedepan pembukaan jalur penerbangan bisa naik peringkatnya.” Karena lokasi MICE dekat akses bandara sehingga terjangkau dan teritegrasi,”bebernya disela-sela kegiatan Asistensi Mice di Hotel Aston Palembang, Kamis (31/3/2016).

Untuk kriteria destinasi MICE yakni aksetabilitas, dukungan stoke holder tempat menarik, fasilitas meeting padilitas amedan citra unggulan wisata Indonesia. Dimana mereka menginap akses untuk menuju MICE itu sangat dekat dan terkoneksi.

Seperti halnya di hotel tapi kapasitasnya tidak bisa lebih banyak, pihaknya menargetkan Sumsel bisa tercapai MICE pada 2018 minimal ada salah satu Convention Hall ada 450 boot indoor bisa pameran IT pariwisata.

Tidak bisa dipungkiri kendala utama infrastuktur darat, sanitasi masih lemah IT city. Tapi punya keunggulan yang sangat bagus mulai dari harganya murah, lembaga kepariwisataannya lengkap dan ramah, Nah tema 2016 pembangunan pariwisata infrastruktur darat yang saat ini dibangun LRT.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Provinsi Sumsel, Zainal Arifin menyampaikan Indonesia menempati urutan ke 50 untuk perkembangan pariwisata ini artinya Indonesia berada diurutan menengah.

“Untuk meningkatkan jumlah wisatawan melalui Asistensi MICE ini keuntungannya bisa meningkat paling tidak 4 kali lipat jika dilihat dari segi banyaknya,” ungkap Zainal. Maka dari itu, melalui Asistensi MICE ini, Sumsel bisa meningkatkan potensinya.

“Harapannya agar dikesempatan ini bisa memberikan kemajuan bagi Sumsel,” tandasnya.(yuyun)