Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Terdakwa Korupsi Penelitian Unilak Didakwa Pasal Berlapis

0

    Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Terdakwa kasus korupsi dana penelitian Universitas Lancang Kuning (Unilak) Dr Ir Ervayendri didakwa dengan pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Riau pada persidangan perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Rabu.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sumriadi saat membacakan dakwaan di hadapan Ketua majelis hakim Rinaldi Triandoko mengatakan, perbuatan terdakwa betentangan dengan hukum.
Untuk itu, dalam dakwaannya terdakwai didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 3 atau Pasal 9 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Ervayendri ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam dugaan korupsi dana penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning senilai Rp5,5 miliar tersebut.

     Penelitian itu terselenggara atas kerja sama LPPM yang saat itu dipimpin tersangka dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Riau pada 2014 lalu.
Dalam penelitian itu terdapat sembilan judul penelitian yang dikelolal tersangka selaku Ketua LPPM Unilak.
Kerja sama penelitian antara LPPM Unilak dengan Balitbang Provinsi Riau sebagai tindak lanjut dari MoU antara Balitbang Provinsi Riau dengan LPPM Unilak tentang kerjasama pembangunan daerah Nomor: 074/BPP/445 dan Nomor: 122/Unilak-LPPM/C.06/2011 tanggal 11 Agustus 2011.
Sementara itu, dari hasil penyidikan ditemukan fakta bahwa sembilan judul hasil penelitian LPPM Unilak itu tidak pernah disebarluaskan dengan cara diseminarkan di depan mahasiswa dan dosen Unilak dan tidak pernah  dipublikasikan di media.
Begitu juga dengan tim pelaksana yang diketahi tidak semua berasal dari dosen Unilak dan sejumlah dosen tidak pernah ikut dalam penelitian.(anjas)