Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BRI Rangkasbitung Belum Salurkan KUR Untuk Petani

0

     Lebak, jurnalsumatra.com – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini belum menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani.
“Kami hanya melayani KUR untuk petani secara induvidual tanpa menjalin kerja sama asosiasi petani maupun gapoktan,” kata Manager Pemasaran BRI Cabang Rangkasbitung Mohamad Ganjar Nugraha di Lebak, Rabu.
Selama ini, pihaknya belum menjalin kerja sama dengan petani untuk menyalurkan KUR. Pihaknya menunggu deregulasi pimpinan pusat untuk menjalin dengan petani agar mendapatkan bantuan pinjaman KUR.
Pihaknya hanya melayani KUR kepada petani bersifat induvidual tanpa melibatkan asosiasi petani maupun Gapoktan.
“Itu juga harus memenuhi persyaratan untuk mendapatkan dana KUR,” katanya.
Namun demikian, pihaknya setuju jika penyaluran KUR itu diserap asosiasi petani maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) guna mendongkrak produksi pangan.
Penyaluran KUR itu, kata dia, tentu membantu petani untuk mendukung permodalan usaha pertanian. “Kami berharap dana KUR itu bisa diserap oleh petani. Itu juga tergantung kebijakan pemerintah,” ujarnya.

     Ia mengatakan, sejauh ini kuota dana KUR yang disalurkan perbankan dibatasi sehingga pemohon tidak terlayani dengan jumlah yang banyak.
Penyaluran KUR hanya kisaran Rp25 juta, sedangkan lebih dari itu bersipat komersil.
“Kami selama bulan Maret 2016 ini tidak melayani debitur atau pemohon dana KUR,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan selama ini petani belum mampu menyerap dana KUR karena mereka tidak memiliki jaminan agunan sebagai syarat untuk mendapatkan dana tersebut.
Mereka saat ini kesulitan untuk mengakses permodalan guna mendukung produksi dan produktivitas.
Apabila, dana KUR itu mendapat penguatan modal, namun petani tidak sanggup memenuhinya karena harus menyertakan jaminan berharga maupun sertifikat.
“Kami berharap perbankan dapat menjalin kerja sama dengan petani untuk menyalurkan KUR tanpa jaminan,” katanya.
Ia mengatakan pemerintah daerah mendorong petani agar mengembangkan budidaya tanaman sayur-sayuran untuk memenuhi pasar domistik.
Tanaman sayur-sayuran itu antara lain terung, kangkung, bayam, ketimun, paria dan kacang panjang.

     “Kita mampu memasok produksi sayuran antara lima sampai tujuh ton/hari,” katanya.
Samsuri, seorang petani di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, mengaku kesulitan permodalan untuk mengembangkan sayuran ketimun karena dibutuhkan sekitar Rp30 juta perhektare.
Untuk itu, pihaknya berharap perbankan dapat memberikan permodalan tanpa jaminan sehingga bisa mengembangkan usaha pertanian hortikultura tersebut.
Saat ini, petani di sini mulai meninggalkan aktivitas di sawah dan beralih ke budi daya tanaman sayur-sayuran, apalagi usaha pertanian sayuran bisa berproduksi antara stiga sampai empat bulan.
“Kami mengembangkan sayuran ketimun dan kacang panjang setelah diberikan modal oleh pedagang pengumpul dari Pasar Rau Serang,” katanya.(anjas)