Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Bukittinggi Tampilkan Sulaman Di Inacraft 2016

0

Bukittinggi, jurnalsumatra.com- Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), akan Menampilkan produk sulaman dan bordiran di ajang Inacraft 2016 yang digelar di Jakarta pada 20 hingga 24 April 2016.
“Sesuai kesepakatan dengan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumbar, Nevi Irwan Prayitno, bahwa tiap kota dan kabupaten harus menampilkan produk yang berbeda. Bukittinggi akan menampilkan sulaman dan bordiran yang berupa produk jadi,” kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bukittinggi, M. Idris di Bukittinggi, Jumat.
Ia menambahkan sulaman dan bordiran merupakan kerajinan turun temurun masyarakat setempat sehingga dipilih sebagai produk unggulan dalam ajang tersebut.
“Selain itu, kedua produk tersebut juga telah diakui oleh Kementerian Perindustrian pada 2009 bahwa sulaman dan bordiran adalah kompetensi inti Bukittinggi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pada Inacraft 2016 akan dibawa sembilan orang dari Industri Kecil Menengah (IKM) sulaman dan bordiran yang tergabung dalam Asosiasi Fashion dan Designer Bukittinggi (AFDB) untuk mengisi tiga stand yang disediakan bagi daerah itu.
“Berbagai persiapan telah dilakukan agar produk sulaman dan bordiran tersebut dapat terus berkembang dan diminati masyarakat,” sebutnya.
Ia mengungkapkan, secara bertahap pemerintah setempat memberikan pembinaan pada para pelaku usaha agar dapat menghasilkan produk yang bervariasi tidak hanya untuk bahan pakaian dan mukena, namun juga untuk penggunaan lain seperti taplak meja dan kelambu.
“Kami rencanakan, tahun ini akan membawa para designer lokal yang sudah dinilai mampu untuk mengikuti study banding ke Kota Bandung, Jawa Barat, untuk meningkatkan kemampuan dan wawasannya,” katanya.
Di samping itu, pemerintah juga melakukan promosi ke wilayah Indonesia bagian timur dan produk tersebut juga telah dipasarkan ke Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam meski masih dalam skala kecil.
Ia menargetkan, melalui produk sulaman dan bordiran tersebut, Bukittinggi dapat menjadi kiblat busana muslim di Indonesia dan mampu bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Sementara itu, salah seorang warga penyuka produk sulaman, Azrini (55) menerangkan menggemari sulaman terutama pada mukena karena motifnya yang bervariasi.
“Hasil sulaman juga sangat halus. Semoga dengan adanya perhatian pemerintah terhadap pelaku usaha sulaman dan bordiran tersebut, dapat membantu mereka meningkatkan kualitas produk sehingga lebih banyak yang mengenal dan menggemari,” tambahnya.(anjas)