Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Parkir Sepeda Motor Aba Digratiskan Dua Hari

0

    Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil kebijakan menggratiskan parkir sepeda motor di lantai dua dan tiga Taman Parkir Abu Bakar Ali selama dua hari pascapemindahan parkir Malioboro ke lokasi tersebut.
“Pada Senin (4/4) dan Selasa (5/4), parkir sepeda motor di lantai dua dan tiga Taman Parkir Abu Bakar Ali gratis. Selanjutnya berbayar,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari sosialisasi kepada warga yang selama ini menjadi pengguna parkir sepeda motor di sisi timur sepanjang Jalan Malioboro.
Parkir sepeda motor di sisi timur Jalan Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani resmi dipindahkan ke lokasi baru yaitu di Taman Parkir Abu Bakar Ali mulai Senin (4/4). Parkir sepeda motor menempati lantai dua dan tiga gedung parkir yang sudah disiapkan.
Proses pemindahan parkir ke Taman Parkir Abu Bakar Ali sempat mendapatkan reaksi dari juru parkir yang biasanya bekerja di Jalan Malioboro. Para juru parkir tersebut merasa khawatir, pendapatan di lokasi parkir baru tidak mampu menunjang kesejahteraan mereka.
Total juru parkir yang memperoleh surat tugas di Malioboro tercatat sebanyak 95 orang ditambah sekitar 120 pembantu juru parkir.
Pemerintah Kota Yogyakarta meminta juru parkir yang akan pindah ke Taman Parkir Abu Bakar Ali bisa mendaftar dan kemudian diverifikasi. Sampai saat ini, sudah ada lebih dari separuh juru parkir yang mendaftar melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro.
“Meskipun pendaftaran sudah ditutup, namun kami masih membuka kesempatan jika ada juru parkir yang ingin menyusul mendaftar,” kata Haryadi. Selama dua bulan masa transisi di lokasi parkir baru, juru parkir akan memperoleh surat tugas sebagai penata parkir.

    Setiap juru parkir dan pembantunya yang bekerja di Taman Parkir Abu Bakar Ali akan memperoleh kompensasi senilai Rp50.000 per hari. Kompensasi diberikan selama masa transisi.
“Harapannya, kondisi di Taman Parkir Abu Bakar Ali sudah akan semakin membaik sehingga masa transisi tidak perlu berlangsung dua bulan tetapi lebih cepat,” katanya.
Sementara itu, guna memudahkan karyawan toko di sepanjang Jalan Malioboro untuk mencapai tempat kerja, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyiapkan shuttle bus gratis.
Shuttle bus tersebut dapat diakses di Taman Parkir Abu Bakar Ali. Layanan bus dapat diakses pada pukul 08.30-10.00 WIB, pukul 15.00-16.30 WIB dan pukul 21.00-22.30 WIB. Bus langsung diberangkatkan jika ada penumpang.
Petugas dari Kepolisian Resor Kota Yogyakarta juga membantu menyampaikan informasi mengenai lokasi parkir baru, serta shuttle bus dengan berkeliling Malioboro.
Suasana trotoar di sepanjang Jalan Malioboro usai tidak lagi digunakan sebagai tempat parkir sepeda motor tampak lengang. Pedagang kaki lima yang biasanya meramaikan lokasi tersebut juga terlihat kosong.
Petugas dari Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta dibantu kepolisian dan TNI duduk-duduk berjaga di sepanjang Malioboro sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak memarkirkan kendaraannya di lokasi tersebut. Penjagaan dari aparat akan dilakukan hingga kondisi dirasa kondusif.
Sementara itu, salah seorang juru parkir yang pindah ke Taman Parkir Abu Bakar Ali, Ponijo (48) mengatakan memperoleh luasan parkir yang sama antara lokasi parkir di Malioboro dengan Taman Parkir Abu Bakar Ali.
“Luasannya sama, cukup untuk 40 sepeda motor sekali parkir,” katanya yang mengaku memilih mengikuti rencana pemerintah agar tetap memperoleh penghasilan untuk keluargannya.
Namun demikian, ia berharap agar tarif parkir yang ditetapkan di Taman Parkir Abu Bakar Ali adalah tarif tetap dan bukan progresif karena akan menyulitkan juru parkir menghitung lama waktu parkir untuk sepeda motor.
Pemerintah berencana menerapkan tarif parkir progresif di Taman Parkir Abu Bakar Ali yaitu mulai Rp2.000 untuk satu jam pertama. Namun ada tarif maksimal yang ditetapkan yaitu Rp3.000.
Salah satu pengguna parkir di Taman Parkir Abu Bakar Ali, Puspa mengatakan lokasi parkir cukup jauh dari tempatnya bekerja. “Ya, harus jalan agak jauh,” katanya yang bekerja di toko batik yang berlokasi di seberang kantor Dinas Pariwisata DIY.(anjas)