Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Muara Teweh Kembali Dilanda Banjir Luapan Barito

0

Muara Teweh, Kalsel, jurnalsumatra.com – Sejumlah kawasan dataran rendah di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah kembali dilanda banjir akibat luapan Sungai Barito menyusul hujan deras terus menerus di daerah hulu dalam beberapa hari terakhir.
“Sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman mulai terendam banjir luapan Sungai Barito itu,” kata seorang warga di Muara Teweh, Alfi, Selasa.
Ruas jalan di Muara Teweh yang terendam banjir di antaranya sebagian Jalan Merak dan Imam Bonjol dengan ketinggian air sekitar 35 sentimeter.
Selain itu, banjir juga merendam Jalan Dahlia dan Cempaka Putih serta sebagian Jalan Panglima Batur dengan ketinggian air sekitar 25 Cm.
Saat ini warga mulai berkemas untuk mengangkut sejumlah barang keperluan rumah tangga ke tempat yang lebih aman dari banjir musiman ini.
“Air memang lambat naiknya, namun di wilayah Barito Utara dan kawasan hulu atau di Kabupaten Murung Raya hujan terus turun, sehingga diperkitrakan banjir akan meluas,” kata salah satu warga yang tempat tinggalnya di Jalan Panglima Batur Muara Teweh.
Selain Muara Teweh, kawasan yang terendam banjir musiman ini berada di pinggiran Sungai Barito, di antaranya Kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru, dan desa-desa yang berada di dataran rendah serta Kecamatan Montallat.
Kenaikan air Sungai Barito sepanjang 900 kilometer yang kawasan hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya, Kalteng, dan bermuara di Laut Jawa ini, juga telah mengganggu transportasi sungai terutama angkutan kapal dan tongkang bertonase besar.
“Semua angkutan tambang dan kayu dilarang berlayar melewati jembatan karena permukaan air Sungai Barito di atas normal sudah dua pekan terakhir,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Lalu Lintas Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (LLASDP) pada Dishub Barito Utara Nurdin.
Kenaikan debit air di pedalaman Sungai Barito itu akibat curah hujan yang cukup tinggi terutama di wilayah utara Kabupaten Murung Raya dan sebagian lainnya, karena air sungai meluap di kawasan Kabupaten Barito Utara.
Ketinggian air permukaan Sungai Barito pada Selasa pagi tercatat di skala tinggi air (STA) di Muara Teweh mencapai 12.80 meter menunjukkan angka di atas normal, sehingga tongkang dan kapal besar tidak bisa melintas di bawah jembatan sepanjang 270 meter yang dibangun pada 1990 itu.
“Untuk sementara transportasi sungai khususnya angkutan kapal bertonase besar dihentikan sampai kondisi air sungai turun minimal batas STA 11,50 meter,” katanya lagi.(anjas)