Muaraenim paling banyak tangani kasus senjata api

0

Palembang, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Muara Enim, salah satu Polres di wilayah Polda Sumatera Selatan yang paling banyak menangani kasus penyalahgunaan senjata api selama Operasi Senjata Api Musi 2016 dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan data hasil operasi tersebut Polres Muaraenim mengamankan 442 pucuk senjata api rakitan laras panjang dan 97 pucuk laras pendek dari pelaku tindak kejahatan dan penyerahan secara sukarela dari masyarakat setempat, kata Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Djoko Prastowo seusai acara pemusnahan barang bukti senjata api rakitan di halaman Mapolda Sumsel, Palembang, Rabu.

Kemudian Polres Ogan Komering Ilir mencatat paling banyak kedua dalam penanganan kasus penyalahgunaan senjata api rakitan dengan barang bukti 10 pucuk laras panjang dan 48 pucuk laras pendek.

Ketiga Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dengan barang bukti 18 pucuk senjata api rakitan laras panjang dan 13 pucuk laras pendek.

Sedangkan secara keseluruhan hasil Operasi Senjata Api Musi 2016 yang diamankan dari pelaku kejahatan dan penyerahan masyarakat secara sukarela 1.467 pucuk dengan perincian 1.182 pucuk laras panjang dan 285 pucuk laras pendek, katanya.

Dia menjelaskan, barang bukti senjata api rakitan itu yang telah melalui proses hukum sesuai ketentuan dimusnahkan dengan cara dipotong-potong menggunakan mesin pemotong besi.

Pemusnahan senjata api rakitan itu dilakukan secara simbolis oleh Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol Unggung Cahyono, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Komaruddin Simanjuntak, Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar, serta perwakilan dari Pemprov dan Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Sementara 33 kasus tindak kejahatan menggunakan senjata api yang masih dalam proses penyidikan seperti yang ditangani Polres Muaraenim 11 kasus, Polres Ogan Komering Ilir sembilan kasus, dan Polres Ogan Ilir dua kasus, sekarang ini barang bukti berupa 37 pucuk senjata api rakitan yang diamankan tidak termasuk yang dimusnahkan.

Barang bukti dari para tersangka yang kasusnya masih dalam proses penyidikan dan pengembangan jajaran Polda Sumsel.

“Jika kasusnya telah selesai diproses dan memiliki kekuatan hukum tetap akan segera dimusnahkan untuk mencegah kemungkinan jatuh ke tangan orang yang tidak berhak,” ujar Kapolda.(anjas)