Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Nonkarier Calon Hakim Agung Sama

0

Jakarta, jurnalsumatra.com – Komisi Yudisial menegaskan tidak ada perbedaan perlakuan komposisi karier-nonkarier calon hakim dalam seleksi calon hakim agung (CHA).
“Peluang karier-nonkarier sama saja, tidak ada yang diprioritaskan. Semuanya diperlakukan sama, baik yang berasal dari lingkungan MA, pemerintah maupun masyarakat posisinya secara objektif adalah setara,” kata juru bicara KY Farid Wajdi di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan aspek rekam jejak bagaimana calon hakim menjaga independensi sekaligus akuntabilitasnya lebih penting dari sekadar komposisinya belaka.
“Pandangan yang juga harus diluruskan adalah bahwa bukan hanya hakim nonkarier yang punya kewajiban dalam mewakili rasa keadilan masyarakat, tapi seluruh hakim, baik karier maupun nonkarier,” kata Farid.
Menurut dia, apabila selama ini ada perbedaan komposisi hakim yang lolos menjadi hakim agung lebih banyak dari jalur karier daripada nonkarier, lebih dilatarbelakangi karena alasan penguasaan materi hukum dan keterampilan menangani berkas.
“Karena satu tantangan utama menjadi hakim agung adalah berkontribusi dalam ketepatan hukum dan kecepatan durasi waktu dalam menjawab tuntutan pengurangan penumpukan perkara,” kata Farid.
Pada 28 hingga 29 Maret 2016, KY telah melakukan seleksi kualitas bagi 84 dari 86 CHA dan 39 dari 42 calon hakim ad hoc Tipikor di MA yang dinyatakan lulus seleksi administrasi.
Farid mengatakan bahwa saat ini KY sedang dalam proses penilaian hasil seleksi kualitas dan akan segera mengumumkan hasilnya pada 13 April 2016.
Adapun kriteria utama untuk calon hakim terbaik, menurut KY haruslah memenuhi dua syarat, yaitu kualitas dan integritas.
Kualitas yang dimaksud Farid berarti CHA dan calon hakim ad hoc Tipikor di MA tersebut harus memiliki kemampuan hukum yang mumpuni, dan terampil dalam menangani putusan.
Sementara syarat integritas harus dimiliki oleh calon dengan rekam jejak yang baik, memiliki potensi independensi serta akuntabilitas yang mapan, serta daya tahan yang kuat terhadap godaan intervensi.(anjas)