Pemkot Ambil Alih Saham Mayoritas BPR Pasar dari SP2J

0

logo palembangPalembang, jurnalsumatra.com – Dengan mengucurkan Dana 25 Miliar Pemkot secara resmi akan menguasai saham Mayoritas BPR Pasar dari SP2J.

Karena secara resmi Peraturan Daerah (Perda) mengenai Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pendanaan Sarana Rakyat (Pasar) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan disahkan, dapat menjadi pemilik saham mayoritas, tanpa harus melalui PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) lagi.

Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) BPR Pasar, Armandsyah, kepada jurnalsumatra,com saat dibincangi via telp “Jika selama ini penyertaan modal yang dilakukan Pemkot Palembang sebagai pemilik harus melalui SP2J, karena belum adanya payung hukum yang mengaturnya. Namun sekarang Perda tersebut sudah disahkan. Jadi, Pemkot bisa langsung melakukan penyertaan modal ke BPR Pasar,” ungkapnya. Kamis (7/4).

Dikatakannya, sesuai dengan aturan syarat pendirian lembaga perbankan, BPR Pasar sudah memenuhi syarat yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dimana BPR Pasar atau Bank Pasar sudah mendapatkan memiliki modal yang berasal dari penyertaan yang dikucurkan SP2J sebesar Rp 6 miliar untuk zona III ibu kota diluar pulau Jawa.

Melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM) berbentuk Perseroaan Terbatas (PT), ada beberapa syarat dari OJK, dimana BPR Pasar wajib memiliki modal sampai dengan Rp 25 miliar dan maksimal pemegang saham mayoritas bisa melakukan penyertaan modal maksimal Rp 100 miliar.  Menurutnya, dengan keluarnya Perda pelaksanaan BPR Pasar sebagai BUMD milik Pemkot Palembang, pemegang saham mayoritas harus memiliki saham lebih dari saham yang dimiliki SP2J.

“Sesuai aturan Perda, Pemkot Palembang akan menjadi pemegang saham mayoritas, dan sesuai aturan Pemkot harus melakukan penanaman modal 25 persen dari aturan penyertaan modal sebesar Rp 100 miliar. Artinya Pemkot harus menanamkan modalnya sebesar Rp 25 miliar” bebernya.

Lebih lanjut dikatakannya, jika Pemkot menanamkan modalnya sebesar Rp 25 miliar, Pemkot Palembang sudah menjadi pemegang saham mayoritas. Karena penyertaan modal milik SP2J, adalah Rp 6 miliar. Berarti nanti saham milik SP2J hanya 25%.  “Meskipun SP2J juga salah satu BUMD milik Pemkot dimana penyertaan modalnya berdasarkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Palembang, namun sebagai pendiri SP2J tidak akan menarik modalnya’ jelas Armand menerangkan,

Dengan begitu, penyertaan modal sebesar Rp 6 miliar, merupakan saham mutlak milik SP2J, modal tersebut juga dikucurkan Pemkot melalui salah satu badan usahanya. BPR Pasar sudah memiliki payung hukum sendiri, SP2J tetaplah pemilik modal. yang nanti Pemkot Palembang yang akan menjadi pemilik saham mayoritas,” pungkasnya. (eddie)