Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Warga Binaan Lapas Kayuagung Telah Hasilkan Kerajinan

0

KAYUAGUNG, jurnalsumatra.com –  Warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) kelas 3a Kayuagung mengaku memerlukan program pelatihan keahlian.

Tak hanya itu program usaha seperti kerajinan termasuk pemasarannya. Apalagi saat ini, di Lapas Kayuagung belum banyak program dilakukan dalam Lapas.
Seperti diungkapkan Mulyono, narapidana kasus narkoba.

Menurutnya untuk program di Lapas Kayuagung saat ini memang sudah ada seperti pesantren berupa pengajian, dan kerajinan tangan namun hanya sebatas kegiatan warga binaan sendiri. “Kalau pengajian pengajarnya dari luar. Tapi kalau kerajinan dari kami sendiri yang buat dan tidak dipasarkan,” ungkapnya.

Dirinya berharap ada dinas terkait yang mengajari warga binaan seperti kerajinan tangan dan lainnya. “Ya kalau bisa hasil kerajijan yang kami buat juga ada yang beli dan dipasarkan. Kalau saat ini hasil kerajinan tangan yagg kami buat untuk di rumah atau pameran saja,” ungkap Mulyono yang divonis 4 tahun suvsider 2 bulan ini.

Pantauan di dalam Lapas tampak beberapa kerajinan seperti boneka yang terbuat dari bubur koran, perahu kayu maupun pohon- pohonan. “Ini saya buat untuk anak saya ,” ungkap Edi, sambil memikul boneka kelincinya yang memegang bola biliar.

Sementara Kalapas Kayuagung kelas 3a, Mujiarto mengatakan untuk kerjasama dengam dinas terkait sudah ada. Diantaranya Kemenag berupa program pesantren dan pengajian, lalu Dinas Perikanan seperti program pembibitan ikan. “Kalau bisa ada stakeholder lainnya yang mau kerjasama. Agar banyak kegiatan di Lapas, dan hal itu sangat berguna bagi warga binaan,” ucap Mujiarto.

Sambungnya saat ini untuk warga binaan sebanyak 405 warga binaan dengan rincian 91 tahanan dan 314 narapidana. Untuk napi dan tahanan narkoba sebanyak 187 warga binaan, sedangkan untuk kriminal sebanyak 218 warga binaan. Pihaknya juga berharap ada tenaga medis yang kerja di Lapas. Lantaran untuk saat ini walaupun ada ruang kesehatan tapi tenaga medisnya hanya seminggu sekali.

“Walau seminggu sekali tapi kalau diperlukan tenaga medisnya langsung datang. Kita berharap ada perawat maupun dokter yang tugas disini,” ucapnya. (rico)