Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Keluarga Korban Sandera Berharap Negosiasi Berhasil

0

Makassar, jurnalsumatra.com – Keluarga Renaldi alias Aldi (25) korban pembajakan Kapal Brahma 12 yang disandera kelompok milisi bersenjata Abu Sayyaf di Filipina berharap negosiasi pembebasan bisa berjalan lancar dan berhasil membebaskan seluruh sandera.
“Kami sangat berharap agar negosiasi itu berjalan lancar sehingga anak kami bisa pulang dengan selamat,” kata bibi korban Hamsiar di rumahnya jalan Tinumbu lorong 132 J, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.
Menurut dia pihaknya terus mendapatkan kabar dari pihak pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terkait perkembangan negosiasi pembebasan sandera yang diculik pembajak.
“Mudah-mudahan negoisasi berjalan lancar. Kami berharap sepenuhnya kepada pemerintah. Kementerian Luar Negeri katanya terus berusaha melakukan negosiasi pembebasan para sandera,”  kata dia.
Saat ditanyakan tentang batas waktu yang ditentukan penculik hingga 8 April 2016 atau hari ini terkait dengan permintaan uang tebusan senilai 50 juta peso setara Rp15 miliar, kata dia, pihaknya berharap anaknya kembali dengan selamat.
“Mengenai dengan uang tebusan itu merupakan urusan pemerintah dan pihak perusahaan. Kami hanya menginginkan dan berharap anak kami pulang dengan selamat,” ulasnya dengan terharu.
Pihak keluarga juga terus melakukan upaya dengan menggelar pengajian dan doa  guna keselamatan Aldi dan seluruh korban sandera agar bisa terus bertahan dan dilindungi Yang Maha Kuasa.
“Terus kami berdoa dan menggelar pengajian untuk keselamatan mereka. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan perlidungan kepadanya dan teman-temannya,” ujar Hamsiar yang baru sehari pulang dari Jakarta memenuhi panggilan pemerintah.
Dirinya juga menyebut lelah dipanggil media untuk wawancara terkait dengan musibah ini. Bahkan waktu istrirahat tersita serta rutinitasnya pun tergangu.
“Hari ini ada lagi pangilan wawancara di media televisi lokal, kemarin di televisi nasional. Sebenarnya saya sudah capek, tetapi demi anak saya rela melakukan apa saja,” ujarnya mewakili keluarga.
Hamsiar juga bercerita bahwa sosok Aldi merupakan anak yang baik, meski keluarganya tinggal di Poso, Sulteng dan besar di Wotu, Kabupaten Luwu, namun Aldi lebih merasa nyaman tinggal di Makassar ketika pulang berlayar.
Salah satu sahabat dekatnya Khaerul yang berkebetulan berada di rumah korban mengatakan Aldi adalah teman yang bisa diandalkan dan solider terhadap teman-temannya. Dirinya baru berpisah saat Aldi memilih untuk ikut berlayar.
“Saya satu SMP dan SMA di Woto, Luwu bahkan pernah kerja bersama-sama di pusat pertokoan.  Memang anaknya baik dan lucu suka humoris. Aldi pun biasanya mengutamakan teman dulu baru dirinya. Kami berharap Aldi segera dibebaskan,” harapnya.(anjas)