Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


40 Alber Diduga Tidak Bayar Pajak dan Retribusi

0

Lahat, jurnalsumatra.com – Hasil inspeksi mendadak (Sidak) oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) untuk Kabupaten Lahat, menemukan sedikitnya 40 unit alat berat (Alber), dari sejumlah lokasi Galian C milik PT Bahniah Rama Utama (BRU), PT Bara Lahat Energi (BLE) dan PT Sinar Timur Sejahtera (STS), yang patut diduga belum bayar pajak dan retribusi ke Pemkab Lahat.

Pelaksanaan sidak yang dilakukan oleh dinas UPTD Pemprov ini, dalam meninjau lapangan sendiri dilakukan sejak 5 sampai 6 April 2016 lalu. Terhadap beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Lahat, bergerak di sektor Golongan Galian C maupun Batubara yang mempergunakan alat berat (alber).

Sedangkan, untuk titik lokasi Sidak yang dilakukan oleh UPTD Pemprov ini sendiri, dilaksanakan dari Desa Jati, Desa Karang Dalam dan Desa Lubuk Sepang, Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat.

Instansi yang turun UPTD Dispenda Sumsel Kabupaten Lahat, UPTD Distamben Sumsel Kabupaten Lahat dan Pol-PP Lahat. Ditemukan sebanyak 40 alat berat yang tidak dilaporkan ke Pemda Lahat melalui UPTD Dispenda Sumsel Kabupaten Lahat. Kaitkan dengan sosialisasi pajak dan retribusi yang dilakukan tentang himbauan Sekda Sumsel terhadap pengusaha di Lahat.

Kepala UPTD Dispenda Provinsi Sumsel untuk Lahat, M Umar Syarif SSTP Msi, menurutnya, sidak yang dilaksanakan ini tidak lain memberikan masukan kepada pemilik alber agar sadar akan bayar pajak kepada negara.

“Hasil sidak dilapangan, sedikitnya kita temukan 40 Alat berat (alber), milik dari perusahaan galian golongan C dan Batubara sudah sewajarnya dibayarkan pajaknya, hal ini, sudah diatur dalam perundang-undangan berlaku,” katanya.

Menurutnya, target pajak dari alber di 2015 belum begitu optimal, nah, di 2016 inilah akan diupayakan sehingga dana dari kendaraan tersebut masuk ke dalam pendapatan asli daerah (PAD) dan sedikit mempengaruhi terdongkarknya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Bukan hanya mendongkrak APBD semata, melainkan, pemerataan pembangunan dan percepatan semakin nyata, disinilah kita turun ke bawah dan menyambangi perusahaan-perusahaan dimaksud,” kata M Umar Syarif.

Senada, Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kabupaten Lahat, Sigit Budiarto SH menyebutkan, pihaknya siap menegakkan peraturan daerah (perda) berkaitan dengan pajak dan retribusi dari alber tersebut.

“Jelas, untuk mendongkrak dalam meningkatkan PAD dan kesadaran pengusaha membayar pajak dan retribusi tepat waktu, selain itu, melaporkan alber yang mereka pergunakan dalam beroperasi,” ujar Sigit. (Din)