Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


DINKES ABDYA Tekan Penyakit Melalui Penyuluhan

0

Blangpidie, Aceh, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, terus berupaya melakukan sosialisasi dan penyuluhan pada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, sehingga dapat menekan penyakit berbahaya.
“Kedisiplinan tenaga kesehatan mulai kita tingkatkan. Para petugas kita tugaskan untuk memberi penyuluhan pada masyarakat di pedesaan terhadap kebersihan lingkungan untuk menekan 10 angka penyakit terbesar di Abdya,” kata Kadis Kesehatan Abdya Anwar Daud di Blangpidie, Selasa.
Anwar Daud mengungkapkan, berdasar data tahun 2015, dari 10 penyakit terbesar di daerahnya, terdapat penyakit infeksi akut lain saluran pernapasan atas yang merupakan penyakit tertinggi yang menyerang masyarakat Kabupaten Abdya.
“Berdasarkan laporan petugas kesehatan Januari hingga Juni 2015, jumlah penderita penyakit ISPA di Abdya mencapai 6.035 kasus. Jadi, ini jumlah tertinggi dari 10 kasus penyakit yang dipantau petugas melalui pengobatan di Pukesmas selam periode 6 bulan tersebut,” katanya.
Ia mengatakan, banyaknya penderita ISPA di daerahnya tidak terlepas dari faktor kebersihan lingkungan, faktor cuaca dan pola hidup masyarakat yang belum menerapkan pola hidup bersih dan pola makan yang bergizi.
Kemudian, 10 penyakit tertinggi di kabupaten berpenduduk 140 ribu jiwa lebih itu adalah penyakt kulit alergi yang mencapai 5.435 kasus, sedangkan diurutan ke 3 adalah penyakit “common cold” atau pilek selesma yang dilaporkan petugas kesehatan dari setiap Pukesmas di Abdya mencapai 4.672 kasus.
Untuk urutan ke-4 lanjutnya, adalah penyakit kelainan pada lambung sebanyak 3.623 kasus, sedangkan dirutan ke 5 penyakit pada sistem jaringan otot dan jaringan pengikat sebanyak 3.311 kasus serta penyakit darah tinggi di urutan ke 6 sebanyak 2.195 kasus.
“Penyakit hypertensi ini tak terlepas dari pola kehidupan yang mudah stres dan pola kosumsi makanan yang dapat memicu tekanan darah seperti lemak, merokok, makan makanan siap saji serta banyak makan makanan bergaram tinggi,” katanya.
Kemudian, penyakit terbesar diurutan ke-7 adalah penyakit kulit infeksi sebanyak 1.640 kasus lalu disusul penyakit hypotensi diurutan ke-8. Kasus penyakit yang dikenal darah rendah ini berjumlah 1.805 penderita.
Urutan 9 penyakit lain pada saluran pernafasan atas sebanyak 1.016 kasus dan yang terakhir adalah penyakit diare.
Kadiskes mengatakan, jika masyarakat sadar terhadap kebersihan dan menjaga pola makan secara teratur dengan mengkomsumsi makanan-makanan berzigi tentu 10 penyakit terbesar di Abdya tersebut dapat ditekankan.(anjas)