BPBD Sumsel Bantu Korban Banjir di Pemulutan

0
BPBD Sumsel Bantu Korban Banjir di Pemulutan

BPBD Sumsel Bantu Korban Banjir di Pemulutan

INDERALAYA,  jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terkena dampak bencana banjir khususnya banjir yang melanda kawasan Pemulutan Induk Kabupaten Ogan Ilir (OI).

BPBD Sumsel memberikan bantuan berupa 4 ton beras kepada ratusan kepala keluarga dari 3 kecamatan dalam Pemulutan Kabupaten OI yang tempatnya tinggalnya mulai digenangi air. Selain itu juga, bantuan berupa “family kid” seperti pasta gigi, lauk pauk, sembako, peralatan dapur serta sandang dan kebutuhan pokok lainnya.

Penyerahan bantuan-bantuan tersebut, secara simbolis langsung diberikan oleh kepala BPBD Sumsel H Yulizar Dinoto SH kepada warga masyarakat Pemulutan melalui Plt Bupati OI HM Ilyas Panji Alam, Rabu (13/4) pukul 14.30. Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung di kantor Camat Pemulutan Induk.

Kepala BPBD Sumsel H Yulizar Dinoto SH dalam sambutannya mengungkapkan, dengan adanya bantuan dari Pemprov Sumsel melalui BPBD kepada warga ini, bertujuan untuk mengurangi beban warga masyarakat khususnya yang terkena dampak banjir.

“Karena, seperti kita ketahui, banjir yang ditimbulkan dari luapan air sungai ogan ini, setidaknya berdampak terhadap aktivitas perekonomian warga masyarakat. Seperti halnya, aktivitas mereka bertani, buruh, menjadi terganggu akibat dampak bencana banjir ini,” Imbuhnya.

Maka dari itu, dikatakan kepala BPBD Sumsel, pihaknya memberikan bantuan-bantuan yang umumnya bantuan pokok untuk kebutuhan sehari-hari.

“Semoga dengan diserahkannya bantuan ini, setidaknya dapat mengurangi beban warga masyarakat yang terkena dampak banjir,” Ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah rumah-penduduk khususnya di kawasan Pemulutan yang berdekatan dengan sungai Ogan sejak hampir satu bulan terakhir mulai digenangi air.

Muhammad Ali (50), warga setempat mengatakan, dampak bencana banjir yang mulai terjadi, sejak lebih dari satu bulan terakhir mengakibatkan akitivas kesehariannya sebagai pembuat perahu kayu menjadi terganggu. Karena, air mulai meluap hingga mencapai ke halaman depan rumahnya.

“Sudah satu bulan tidak bekerja. Alhamdulillah, bantuan berupa sembako seperti beras telah kami terima. Walau tidak banyak, setidaknya mengurangi beban,” Katanya. (Edi)

Share.