Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Perempuan Sorong Minta Pemerintah Tutup Lokalisasi Prostitusi

0

    Sorong, jurnalsumatra.com – Tokoh perempuan di Kota Sorong Provinsi Papua Barat meminta pemerintah setempat menutup semua lokalisasi prostitusi terutama yang dikenal dengan sebutan malanu lokasi.
“Hampir semua panti pijat di Kota Sorong melakukan praktik prostitusi dan  sudah tidak dapat dikendalikan,” kata tokoh perempuan Moi Tin Kalami di Sorong, Selasa.
Menurut dia, maraknya lokalisasi prostitusi di Kota Sorong mengakibatkan tingginya angka penderita HIV dan AIDS serta kasus kekerasan terhadap perempuan.
“Guna menyelamatkan kehidupan generasi muda penerus bangsa malanu lokasi dan panti pijat yang berkedok prostitusi harus ditutup,” katanya.
Pada kesempatan itu pula, ia mempertanyakan pembentukan panitia khusus (Pansus) DPRD Kota Sorong untuk melakukan kajian dan penutupan terhadap tempat prostitusi yang semakin marak.

    “Kami memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kota Sorong karena telah menutup toko-toko penjualan minuman keras dan kami berharap pula pemerintah menutup tempat prostitusi,”ujarnya
Walikota Sorong Lambert Jitmau yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan pemerintah juga berkeinginan menutup tempat prostitusi malanu lokasi itu, namun tidak semerta-merta langsung ditutup sebab PSK adalah manusia yang butuh hidup sama seperti warga lainnya.
“PSK juga butuh hidup sehingga penutupan malanu lokasi Kota Sorong harus disiapkan dengan baik sehingga mereka tidak dirugikan,” kata Walikota.
Dia mengatakan, Pemerintah Kota Sorong akan membahas masalah ini bersama dengan DPRD dan pihak-pihak terkait lainnya guna mencari solusi apakah lokalisasi tersebut ditutup ataukah dipindahkan jauh dari keramaian kota.
Jika nantinya ditutup, tambah dia, Pemerintah Kota harus memikirkan jalan keluar sebelum menutup lokalisasi malanu tersebut agar tidak ada pihak dirugikan.
Pemerintah menargetkan seluruh wilayah di Tanah Air bebas lokalisasi prostitusi pada 2019, saat ini masih ada 99 lokalisasi lagi di sejumlah daerah.(anjas)