Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Malut Upayakan Tambahan Kapal Patroli Dari KKP

0

     Ternate, jurnalsumatra.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara (Malut) akan mengupayakan tambahan bantuan kapal patroli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk memaksimalkan pengawasan perairan daerah ini dari aktivitas pencurian ikan.
“KKP tahun 2016 ini memberikan bantuan satu unit kapal patroli jenis kapal pemburu, tetapi mengingat luasnya perairan Malut yang harus diawasi maka diupayakan tambahan bantuan kapal sejenis dari KKP, mudah-mudahan bisa direalisasikan pada 2017,” kata Kepala DKP Malut Buyung Radjiloen di Ternate, Jumat.
DKP Malut selama ini kesulitan untuk menyediakan sendiri kapal patroli, karena harganya sangat mahal sementara APBD Malut sangat terbatas dan masih banyak program lain yang lebih membutuhkan prioritas pendanaan.
Ia mengatakan, perairan Malut yang berbatasan langsung dengan negara tetangga disinyalir masih sering dimasuki kapal pencuri ikan dari negara lain. Walaupun berbagai instansi terkait terus mengintensifkan upaya pencegahan pencurian ikan, termasuk pemberian sanksi tegas kepada kapal ikan asing yang tertangkap mencuri ikan.

Oleh karena itu, DKP Malut akan berupaya terus meningkatkan pengawasan di seluruh perairan Malut dengan melibatkan instansi terkait serta satgas DKP dari seluruh kabupaten/kota di daerah ini.
“DKP Malut akan mengundang seluruh satgas dari DKP dari seluruh kabupaten/kota di Malut untuk menjalani latihan di Ternate agar kemampuan mereka dalam mengawasi perairan di wilayah masing-masing dari aktivitas pencurian ikan semakin meningkat,” katanya.
Sasaran pengawasan tidak hanya dibatasi pada pencurian ikan tetapi juga segala bentuk aktivitas penangkapan ikan yang dapat merusak kelestarian lingkungan, seperti penggunaan bom dan zat kimia, termasuk penggunaan cantrang yang telah dilarang oleh KKP.
Menyinggung reaksi dari nelayan di Malut terkait larangan penggunaan cantrang dalam penangkapan ikan, ia mengatakan, sejauh ini nelayan di Malut tidak mempermasalahkan larangan itu, karena mereka selama ini umumnya menggunakan alat tangkap pancing dan jaring biasa.(anjas)